Teknologi

Misteri Hilangnya Game Pinball Legendaris dari Windows Terungkap: Bug Teknis Bukan Soal Hukum

Avatar of Sulsel Times
0
×

Misteri Hilangnya Game Pinball Legendaris dari Windows Terungkap: Bug Teknis Bukan Soal Hukum

Sebarkan artikel ini
Misteri Hilangnya Game Pinball Legendaris dari Windows Terungkap: Bug Teknis Bukan Soal Hukum
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Senin, 24/08/2026 — Misteri hilangnya game 3D Pinball: Space Cadet dari Windows ternyata disebabkan bug teknis saat pengembangan versi 64-bit, bukan alasan hukum.

Ringkasnya…
  • Game 3D Pinball: Space Cadet hilang sejak Windows Vista karena bug deteksi tabrakan
  • Bug muncul saat porting Windows XP ke arsitektur 64-bit
  • Raymond Chen, insinyur Microsoft veteran 30 tahun, mengungkapnya lewat blog
  • Kode game buatan pihak ketiga tanpa dokumentasi menyulitkan perbaikan
  • Lisensi terbatas dari Cinematronics/Maxis (sekarang EA) menghalangi kembalinya game resmi
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Game pinball 3D ini pertama kali hadir bersama Microsoft Plus untuk Windows 95. Game tersebut terus dibundel di setiap versi Windows hingga Windows XP menjadi versi terakhir yang menyertakannya. Sejak Windows Vista, game ini hilang dan tidak pernah kembali secara resmi.

Scroll Kebawah
Advertisement

Penjelasan detail diungkap Raymond Chen, insinyur Microsoft yang telah bekerja lebih dari 30 tahun, melalui blog pribadinya The Old New Thing. Chen pertama kali membahas topik ini pada 2012, lalu melengkapi detail lisensi pada 2018 dan detail teknis tambahan pada 2022.

Bug floating point saat porting 64-bit

Menurut Chen, masalah bermula saat tim Windows memindahkan Windows XP ke arsitektur 64-bit. Saat proses itu berlangsung, muncul bug serius: bola pinball yang seharusnya meluncur dari plunger justru jatuh menembus plunger dan keluar dari bawah meja.

Chen menggambarkan kelakuan bola tersebut layaknya hantu yang menembus setiap benda yang dilewatinya. Akibatnya, game menjadi sama sekali tidak bisa dimainkan.

Kode program Pinball ditulis oleh perusahaan pihak ketiga bertahun-tahun sebelumnya dan nyaris tanpa dokumentasi. Bagian kode yang mengurus deteksi tabrakan tidak berhasil ditemukan tim Microsoft.

“Kami tidak sanggup menghabiskan waktu berhari-hari mempelajari kode itu, hanya untuk mencari tahu kesalahan pembulatan bilangan floating point macam apa yang menyebabkan deteksi tabrakan gagal berfungsi,” kata Raymond Chen, Insinyur Microsoft, Senin, 24/08/2026.

Dengan jutaan baris kode lain yang masih harus dikonversi dan tenggat rilis yang semakin mepet, tim akhirnya memutuskan mencoret Pinball dari Windows XP 64-bit.

Chen pernah memperbaiki bug frame rate

Jauh sebelum insiden itu, Chen justru sempat menyelamatkan Pinball. Kode aslinya ternyata tidak memiliki pembatas frame rate, sehingga di perangkat modern game bisa me-render lebih dari satu juta frame per detik dan menghabiskan 100 persen kapasitas prosesor.

Chen kemudian menambahkan batas 120 frame per detik pada kode Pinball. Upaya itu berhasil menekan pemakaian prosesor dari 100 persen menjadi hanya 1 persen.

Bagi Chen sendiri, keputusan mencoret Pinball dari Windows XP 64-bit disebut sebagai salah satu dari sedikit keputusan di era kerjanya di tim Windows XP yang masih membuatnya sedih hingga kini.

Lisensi terbatas jadi penghalang revival

Space Cadet hanyalah satu meja pinball dalam game Full Tilt! Pinball yang dirilis 1995 oleh Cinematronics dan Maxis. Microsoft saat itu hanya membeli lisensi untuk meja Space Cadet.

Lisensi tersebut sangat terbatas. Microsoft hanya diizinkan membundel Space Cadet bersama Windows dan paket Plus, tanpa hak untuk merilisnya secara terpisah atau membagikan kode sumbernya.

Batasan inilah yang belakangan menghalangi upaya tim Microsoft Garage yang sempat berniat menghidupkan kembali Pinball. Setelah ditinjau tim legal, aturan lisensi lama itu ternyata masih mengikat.

Kondisi ini makin rumit setelah Cinematronics dan Maxis diakuisisi Electronic Arts (EA). Alhasil, hak atas Space Cadet kini ada di tangan EA, membuat peluang comeback resmi Pinball ke Windows semakin tipis.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *