Sulseltimes.com Makassar, Kamis, 22/01/2026 — Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memberi dorongan sekaligus apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar atas langkah pembenahan kebersihan kota dan penataan pengelolaan sampah yang diarahkan lebih berkelanjutan.
- KLH dorong pengurangan sampah mulai dari rumah sebelum ke TPA Antang
- Dr. Azri Rasul sebut ada peningkatan kebersihan Makassar beberapa bulan terakhir
- Skema yang didorong mencakup BSU, TPS 3R, TPST, MRF, hingga residu ke TPA
- Insinerator disebut masih tahap kajian teknis dan administrasi
- Appi minta DLH konsisten benahi TPA, kurangi lendir, dan lakukan monitoring rutin
Salah satu fokusnya adalah menekan volume sampah sejak dari rumah sebelum masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.
Apresiasi itu disampaikan Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku KLH, Dr. Azri Rasul, saat audiensi dengan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di kediaman wali kota.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Makassar juga diminta menjaga konsistensi pembenahan TPA Antang dan memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.
KLH dorong pengelolaan sampah dimulai dari rumah
Kepala Pusdal LH Sulawesi dan Maluku KLH, Dr. Azri Rasul, mengatakan pertemuan dengan Wali Kota Makassar membahas strategi memperbaiki kebersihan kota dan sistem pengelolaan sampah di TPA Antang.
“Kami membahas banyak hal soal kebersihan di Makassar, tujuannya untuk mengurangi beban sampah dimulai dari rumah sebelum ke TPA,” kata Dr. Azri Rasul, Kamis, 22/01/2026.
Ia menilai dalam beberapa bulan terakhir sudah terlihat perbaikan pada penataan kota, terutama pada sektor kebersihan.
“Sudah banyak perkembangan yang dilakukan Pak Wali terkait pembenahan kota,” kata Dr. Azri Rasul, Kamis, 22/01/2026.
Menurut Azri, pembenahan kebersihan dilakukan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan mengacu pada ketentuan kota bersih.
“Melalui Dinas Lingkungan Hidup, pembenahan dilakukan dengan mengikuti ketentuan-ketentuan sebagaimana layaknya kota yang bersih,” kata Dr. Azri Rasul, Kamis, 22/01/2026.
Azri menekankan perbaikan tidak cukup dilakukan di hilir atau hanya berfokus pada TPA.
Ia menyebut langkah penting justru dimulai dari hulu atau sumber timbulan sampah.
Salah satu instrumen yang didorong adalah mengaktifkan kembali Bank Sampah Unit (BSU) di tingkat warga.
Selain itu, ia menyebut Tempat Pengolahan Sampah Sementara berbasis reduce, reuse, recycle atau TPS 3R dapat menekan sampah yang berakhir di TPA.
“Mulai dari sumbernya, bagaimana menghidupkan Bank Sampah Unit, kemudian mengaktifkan TPS 3R, serta pembenahan pengelolaan sampah di TPA, saya lihat ini sudah mulai berjalan,” kata Dr. Azri Rasul, Kamis, 22/01/2026.
Ia menambahkan peran fasilitas pengolahan di bagian tengah juga penting agar sampah terserap sebelum masuk TPA.
Azri menyebut fasilitas tersebut meliputi Material Recovery Facility (MRF), TPS 3R, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), serta Bank Sampah Induk atau Bank Sampah Pusat.
Tujuannya adalah mengelola sebanyak mungkin sampah di sumber dan di bagian tengah.
Dengan skema ini, sampah yang masuk ke TPA diharapkan hanya residu, yaitu jenis yang sudah tidak bisa diolah lagi.
Azri menilai penguatan hulu dan bagian tengah adalah kunci untuk mengurangi beban TPA Antang secara signifikan.
Ia menyebut inisiatif tersebut mulai bergerak seiring masuknya fasilitas seperti MRF dan insinerator.
Terkait insinerator, Azri menjelaskan perangkat itu belum bisa langsung dioperasikan karena masih melalui kajian teknis dan administrasi.
Ia menyebut dokumen harus dilengkapi dan aspek teknis diperiksa untuk memastikan pemenuhan persyaratan pembakaran sampah sesuai ketentuan.
Di akhir pertemuan, Azri menegaskan ada peningkatan kebersihan Kota Makassar dalam periode terakhir.
“Kelihatannya memang sudah ada peningkatan kebersihan,” kata Dr. Azri Rasul, Kamis, 22/01/2026.
Appi minta pembenahan TPA Antang terukur dan berkelanjutan
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta DLH Kota Makassar melanjutkan pembenahan di TPA Antang.
Ia menekankan upaya pengurangan lendir dan pemeliharaan kebersihan area TPA harus dilakukan secara berkelanjutan.
Arahan itu disebut sebagai bagian dari komitmen Pemkot Makassar untuk memperbaiki tata kelola sampah dan kualitas lingkungan, sekaligus menekan dampak pencemaran dari aktivitas penumpukan sampah.
“Saya minta DLH terus melakukan pembenahan di TPA, termasuk upaya mengurangi lendir dan memastikan kebersihan terus terjaga, monitoring harus dilakukan secara konsisten,” kata Munafri Arifuddin, Kamis, 22/01/2026.
Munafri menilai pembenahan tidak boleh bersifat sporadis dan harus disertai monitoring rutin agar masalah tidak berulang.
Ia juga menekankan perlunya sinergi dari hulu hingga hilir supaya beban TPA berkurang secara bertahap.
Menurutnya, pengelolaan TPA harus memenuhi standar yang baik agar tidak berdampak pada kesehatan warga dan lingkungan sekitar.
Munafri berharap DLH bersama pihak kecamatan memperkuat pengawasan pada proses pengangkutan dan pengolahan sampah di rumah warga.
Ia juga meminta fasilitas pendukung di TPA dipastikan berfungsi optimal.
“Pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, baik di ruang lingkungan dan TPA adalah bagian penting dari sistem itu, sehingga kebersihannya harus benar-benar dijaga,” kata Munafri Arifuddin, Kamis, 22/01/2026.
KLH menilai ada kemajuan pada kebersihan Makassar dan mendorong skema pengurangan sampah dari rumah, pengolahan di bagian tengah, hingga residu yang tersisa ke TPA.
Pemkot melalui wali kota menegaskan pembenahan TPA Antang harus konsisten dengan monitoring rutin agar pengelolaan sampah tidak memunculkan persoalan lingkungan baru.

















