Sulseltimes.com, Jakarta, Senin, 19/10/2026 — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 3,64% atau turun 188,49 poin ke level 4.996,61, level terendah sejak masa pandemi Covid-19.
- IHSG turun 3,64% ke 4.996,61
- Pada Jumat, IHSG anjlok 11,57% ke 5.185,105
- Menko Airlangga Hartarto menyalahkan sentimen negatif MSCI
- MSCI mengusulkan perubahan klasifikasi pasar dari emerging market ke standalone market
- Masa konsultasi hingga Juni 2027, Danantara berencana tambah kepemilikan BUMN
Pelemahan IHSG
Sejak pengumuman terbaru MSCI pada Kamis waktu setempat, IHSG mencatatkan pelemahan beruntun.
Pada Jumat, indeks ditutup melemah ke level 5.185,105, anjlok 678,675 poin atau 11,57% dalam satu hari.
Tanggapan Otoritas
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan penurunan ini dipicu sentimen negatif.
“Ya biasa kalau ada sentimen negatif kan biasa turun. Tetapi dengan adanya regulasi auto rejection 7% kan relatif terjaga dan penutupan tadi 5.000 lebih sedikit,” kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Senin, 19/10/2026.
Saat ditanya mengenai IHSG yang menyentuh level terendah sejak pandemi, menurutnya ini hal biasa.
“Ya enggak, itu namanya ya naik turun. Tergantung pada isu sentimen,” tuturnya.
Penurunan ini dipicu pengumuman MSCI yang mengusulkan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
Alasan peninjauan ini meliputi kekhawatiran investor terhadap kelayakan investasi, kurangnya transparansi, hingga dugaan praktik perdagangan pembentukan harga saham.
Airlangga tidak khawatir karena masa konsultasi berlangsung hingga bulan Juni 2027.
“Kan masih bulan Juni tahun depan. Biasa dia (MSCI) ngancam-ngancam dikit kan,” kata Airlangga.
Terpisah, Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus COO BPI Danantara, Dony Oskaria, mengatakan IHSG di bawah level 5.000 merupakan dinamika pasar.
“Biasa itu dinamika. Yang paling penting fundamental kita bagus. Karena itu dari Danantara Investment Manajemen akan menambah kepemilikannya sayang dong. Jadi gak ada masalah, kita akan ambil tambah kepemilikan kita Insyaallah,” kata Dony Oskaria, Kepala BP BUMN sekaligus COO BPI Danantara, Senin, 19/10/2026.







