Bisnis

IHSG Melesat 3 Persen, Saham BUMN dan Buyback Jadi Penopang

Avatar of Sulsel Times
0
×

IHSG Melesat 3 Persen, Saham BUMN dan Buyback Jadi Penopang

Sebarkan artikel ini
IHSG Melesat 3 Persen, Saham BUMN dan Buyback Jadi Penopang
IHSG Melesat 3 Persen, Saham BUMN dan Buyback Jadi Penopang
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Selasa, 20/10/2026 — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat lebih dari 3 persen pada perdagangan sesi pertama didorong kenaikan kompak saham BUMN dan gelombang aksi buyback oleh emiten besar.

Ringkasnya…
  • IHSG naik 3,15% ke level 5.157,47 pada sesi pertama
  • Saham BUMN perbankan dan TLKM jadi motor penggerak utama indeks
  • Lima emiten konglomerat siapkan dana buyback total Rp4,5 triliun
  • BEI keluarkan saham HSC dari perhitungan IHSG dan ketat atur afiliasi
  • Danantara dan Pemerintah kompak dukung saham BUMN dan reformasi pasar
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Kenaikan IHSG mencapai 3,15 persen atau 157 poin dari penutupan sebelumnya, membawa indeks ke level 5.157,47. Penguatan ini terjadi di tengah serangkaian sentimen positif dari aksi buyback emiten hingga komitmen reformasi dari regulator dan pemerintah.

Scroll Kebawah
Advertisement

Saham-saham berkapitalisasi besar, terutama BUMN, mendominasi daftar penggerak indeks. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 22,42 poin indeks dengan harga naik ke Rp2.690. Telkom Indonesia (TLKM) berkontribusi 20,65 poin ke level Rp1.990. Bank Mandiri (BMRI) menambah 19,43 poin ke Rp3.600, diikuti Bank Central Asia (BBCA) 14,66 poin ke Rp4.980.

Astra International (ASII) menopang 10,70 poin ke Rp4.390. Bank Negara Indonesia (BBNI) menyumbang 6,00 poin ke Rp3.140. Barito Renewables Energy (BREN) yang mengumumkan rencana buyback Rp1 triliun berkontribusi 3,94 poin ke level Rp1.935.

Serangkaian Langkah Penyelamatan Pasar Modal

Penguatan IHSG tidak terlepas dari respons cepat berbagai pihak. Sentimen pertama datang dari gelombang aksi buyback. Setidaknya lima emiten milik Prajogo Pangestu dan Franky Oesman Widjaja menyiapkan dana gabungan sekitar Rp4,5 triliun. PT Barito Pacific (BRPT), PT Chandra Asri Pacific (TPIA), dan BREN masing-masing menganggarkan hingga Rp1 triliun. PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) menyiapkan Rp500 miliar. Dari Grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) mengalokasikan Rp1 triliun.

Sentimen kedua berasal dari Bursa Efek Indonesia (BEI). BEI memperketat aturan dengan menambahkan informasi afiliasi pemegang saham di atas 1 persen serta mengeluarkan saham High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG. Bobot saham HSC saat ini mencapai 18 persen. Langkah ini menjawab kekhawatiran MSCI soal transparansi kepemilikan.

Sentimen ketiga datang dari Danantara. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menegaskan siap menambah kepemilikan di saham BUMN berfundamental kuat. Pernyataan ini mendorong saham bank BUMN seperti BMRI, BBRI, BBNI, dan BBTN naik lebih dari 5 persen.

Sentimen keempat datang dari Istana dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dengan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. Prabowo meminta OJK bertindak tegas terhadap pelanggar, khususnya praktik coordinated trading. OJK berkomitmen melanjutkan reformasi untuk transparansi, likuiditas, dan penegakan aturan.

Faktor Teknis dan Tantangan MSCI

Secara teknis, kenaikan juga didorong bargain hunting setelah IHSG anjlok 946 poin atau 15,93 persen dalam tiga hari perdagangan sebelumnya. Valuasi saham besar dinilai sudah terlalu murah.

Meski menguat, pelaku pasar masih mencermati keberlanjutan. Proses konsultasi reklasifikasi MSCI berlangsung hingga April 2027. Konsistensi pelaksanaan reformasi dan bukti penegakan hukum akan menentukan apakah IHSG lolos dari tekanan MSCI.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *