Sulseltimes.com, Jakarta, Rabu, 21/10/2026 — Harga minyak mentah jenis Brent melonjak melewati USD 110 per barel akibat peningkatan keganasan serangan kelompok Houthi di Timur Tengah.
- Harga minyak Brent tembus USD 110 per barel
- Minyak WTI mencapai USD 98,9 per barel
- IHSG melemah 1,04 persen ke level 5.223
- Rupiah menguat 0,08 persen ke Rp 17.965 per Dolar AS
- Batu bara masih di level USD 150 per ton meski mengalami koreksi
Pergerakan minyak mentah dunia naik dipicu kekhawatiran terhadap dampak konflik di Timur Tengah. Berdasarkan informasi dari CNBC Indonesia, minyak Brent berhasil tembus ambang USD 110 per barel, sedangkan minyak WTI mencatat angka USD 98,9 per barel.
Di pasar saham, indeks harga gabungan saham atau IHSG melemah 1,04 persen ke level 5.223 pada Rabu, 21/10/2026. Rupiah justru menguat tipis sebesar 0,08 persen ke Rp 17.965 per Dolar AS.
Harga Batu Bara Tetap Tahan
Sementara itu, harga batu bara meski mengalami koreksi tetap berada di level USD 150 per ton.
Pergerakan harga minyak dan saham masih dipantau berkaitan dengan perkembangan geopolitik di wilayah Timur Tengah.






