Sulseltimes.com Yokohama, Selasa, 25/11/2025 — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memaparkan strategi pengembangan kawasan metropolitan Mamminasata berbasis dekarbonisasi dan energi terbarukan di forum Asia Smart City Conference (ASCC) 2025 yang digelar di Pacifico Yokohama North, Jepang.
- Gubernur Andi Sudirman menjadi salah satu pembicara di Asia Smart City Conference 2025 di Yokohama Jepang
- Sulsel menonjolkan kesiapan kawasan Mamminasata menuju kota cerdas rendah emisi dan hemat energi
- Pemerintah provinsi menyiapkan sistem transportasi massal perkotaan mulai dari bus hingga rencana LRT dan MRT
- Potensi energi baru terbarukan Sulsel dipaparkan sebagai peluang investasi besar di Indonesia Timur
- Sulsel membuka ruang kolaborasi dengan perusahaan teknologi global untuk menjadikannya pusat EBT di kawasan Asia
Sulsel Tawarkan Mamminasata sebagai Model Kota Cerdas Rendah Emisi
Asia Smart City Conference 2025 menjadi salah satu forum penting yang mempertemukan pemimpin daerah, lembaga internasional, akademisi, dan pelaku industri teknologi.
Pada edisi tahun ini, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman didapuk sebagai salah satu pembicara utama yang mewakili Indonesia Timur.
Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa Sulawesi Selatan saat ini tumbuh sebagai salah satu pusat ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa kawasan metropolitan Mamminasata yang meliputi Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar menjadi jantung aktivitas ekonomi dan mobilitas penduduk.
Menurut Andi Sudirman, tantangan utama wilayah metropolitan adalah kemacetan, konsumsi energi yang tinggi, dan emisi gas rumah kaca dari sektor transportasi.
Karena itu, pemerintah provinsi mendorong transformasi mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Ia memaparkan kajian bersama lembaga internasional seperti JICA, KIAT, dan Nippon Koei yang merekomendasikan pengembangan Urban Mass Transport System atau UMTS di Mamminasata.
Sistem ini mencakup optimalisasi jaringan bus yang sudah ada.
Di sisi lain, pemerintah provinsi menyiapkan skenario jangka menengah menuju transportasi rel ringan seperti LRT.
Dalam jangka panjang, tidak menutup kemungkinan pengembangan MRT atau monorel sebagai tulang punggung mobilitas perkotaan.
“Kawasan metropolitan sebagai wilayah jantung provinsi harus bergerak menuju transportasi yang modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan secara bertahap.
Kami ingin Mamminasata menjadi pilot project bagi wilayah aglomerasi lain di Indonesia,” ujar Andi Sudirman di hadapan peserta ASCC 2025.
Ia menegaskan bahwa konsep kota cerdas tidak cukup berhenti pada digitalisasi layanan.
Kota cerdas harus mampu mengurangi emisi, menghemat energi, dan memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi warga.
Di forum yang sama, Gubernur Sulsel juga menjelaskan upaya konservasi energi melalui penataan kawasan perkotaan.
Langkah yang ditempuh antara lain penguatan jaringan ruang terbuka hijau, integrasi tata ruang dengan sistem transportasi massal, serta penerapan teknologi hemat energi di fasilitas publik.
Menurutnya, kebijakan tersebut dirancang sejalan dengan agenda nasional menuju bauran energi yang lebih bersih dan komitmen penurunan emisi karbon.
Sulsel Tawarkan Potensi Energi Terbarukan ke Investor Global
Selain aspek transportasi, presentasi Andi Sudirman di Yokohama menonjolkan potensi energi baru terbarukan yang dimiliki Sulawesi Selatan.
Ia menyebut Sulsel sebagai salah satu provinsi dengan cadangan energi terbarukan terbesar di Indonesia Timur.
Di hadapan perwakilan perusahaan teknologi lingkungan dari berbagai negara Asia, ia memaparkan data potensi energi surya Sulsel yang diperkirakan mencapai sekitar 60.410 megawatt.
Potensi energi bayu atau angin diperkirakan berada di kisaran 8.345 megawatt.
Selain itu, terdapat potensi energi hidro yang mencapai sekitar 814 megawatt yang tersebar di sejumlah daerah aliran sungai.
“Saat ini kami membuka pintu kolaborasi dengan perusahaan internasional untuk bersama sama mengembangkan wilayah terintegrasi yang berwawasan lingkungan.
Sulsel siap menjadi pusat energi baru terbarukan di Indonesia bahkan di tingkat Asia,” jelas Andi Sudirman.
Ia menerangkan bahwa pengembangan energi surya dan bayu berpeluang besar mendukung kebutuhan listrik kawasan industri, kawasan pelabuhan, serta kota kota penyangga di Mamminasata.
Sementara potensi energi hidro dapat dioptimalkan untuk memperkuat keandalan pasokan listrik di daerah pegunungan dan pedesaan.
Menurut Gubernur, dukungan teknologi dari mitra internasional akan mempercepat realisasi proyek energi bersih, mulai dari pembangkit, jaringan distribusi cerdas, hingga integrasi dengan sistem transportasi publik.
Pada sesi tanya jawab, beberapa perwakilan perusahaan energi dan lembaga internasional menanggapi positif presentasi tersebut.
Mereka menilai Sulsel memiliki kombinasi menarik antara pertumbuhan ekonomi, kebutuhan energi yang meningkat, dan komitmen kuat terhadap transisi energi bersih.
Andi Sudirman menekankan bahwa pemerintah provinsi menyiapkan skema kerja sama yang transparan dan berorientasi pada keberlanjutan.
Ia berharap kolaborasi yang terjalin dari forum Asia Smart City Conference 2025 dapat segera berwujud dalam bentuk proyek nyata di lapangan.
Melalui partisipasi aktif di ASCC 2025, Sulsel ingin menunjukkan bahwa daerah di luar pusat pemerintahan nasional pun mampu hadir sebagai pemain penting dalam agenda kota cerdas dan energi bersih di kawasan Asia Pasifik.
Gubernur menutup presentasinya dengan ajakan agar kota kota di Asia saling berbagi pengalaman, teknologi, dan inovasi.
“Transformasi menuju kota cerdas dan rendah karbon hanya mungkin tercapai jika kita membangun jaringan kolaborasi yang kuat lintas negara dan lintas sektor.
Sulsel siap menjadi bagian dari gerakan bersama ini,” pungkasnya.

















