Sulseltimes.com Makassar, Selasa, 13/01/2026 — SD Inpres Layang Bertingkat, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, menggelar aksi penanaman bibit pohon sebagai bagian dari Gerakan Satu Juta Pohon.
- SDI Layang Bertingkat Bontoala ikut Gerakan Satu Juta Pohon
- Siswa dilibatkan menanam dan merawat bibit di lingkungan sekolah
- Sekolah dorong kebiasaan peduli lingkungan sejak dini
- Selasa 13 Januari 2026, Makassar
- “Bukan hanya seremonial,” kata Kepsek Muh. Saleh
Kegiatan ini melibatkan siswa dan guru yang menanam bibit di area sekolah serta mengajak warga menjaga tanaman agar tumbuh berkelanjutan.
Kepala SDI Layang Bertingkat, Muh. Saleh, S.Pd., M.Pd., menyebut program ini diarahkan untuk membangun kebiasaan merawat lingkungan sejak dini.
“Anak-anak kami ajak menanam dan merawat. Bukan hanya seremonial. Pohon yang hidup itu yang jadi pelajaran,” kata Muh. Saleh, Selasa, 13/01/2026, merujuk keterangan sekolah.
Aksi tanam bibit di SDI Layang Bertingkat
Penanaman dilakukan di titik-titik yang mudah dipantau siswa.
Guru mendampingi siswa mengenali media tanam, cara memindahkan bibit, hingga menyiram dengan takaran yang cukup.
Sekolah juga menekankan perawatan pascatanam melalui jadwal piket kelas.
Muh. Saleh menyampaikan sekolah ingin kegiatan ini terhubung dengan pembelajaran harian.
“Kalau anak sudah paham cara merawat tanaman, dia juga belajar disiplin.
Dari situ lahir tanggung jawab,” ujarnya.
Sejumlah orang tua dan warga sekitar turut membantu menyiapkan pot, tanah, serta memastikan area tanam aman dari aktivitas yang berisiko merusak bibit.
Implikasi untuk Makassar dan target penghijauan
Program berbasis sekolah seperti ini dinilai relevan untuk Makassar yang terus menghadapi isu panas perkotaan, kualitas udara, dan kebutuhan ruang terbuka hijau.
Dalam kegiatan penghijauan lain di Makassar, pemerintah kota menyebut ruang terbuka hijau masih sekitar 11 persen dari target minimal 30 persen.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin juga pernah menekankan logika gerakan kolektif dalam penanaman pohon.
“Kalau satu juta penduduk menanam satu pohon, kita punya satu juta pohon,” ujar Munafri dalam kegiatan penanaman pohon tabebuya di Makassar.
Dari sisi lokal, Bontoala termasuk kawasan padat yang membutuhkan intervensi kecil namun konsisten agar ruang hijau tidak hanya terkonsentrasi di koridor-koridor utama.
Model penanaman berbasis sekolah bisa menjadi pengungkit karena menggabungkan edukasi, kontrol sosial, dan perawatan harian.
Langkah sederhana yang bisa ditiru warga sekitar sekolah adalah memastikan tanaman punya penyangga, mendapat air rutin, dan terlindung dari sampah atau genangan.

















