Sulseltimes.com, Takalar, Senin, 23/02/2026 — Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Takalar Rusdi enggan memberi keterangan kepada Sulsel Times saat dimintai penjelasan tentang target dan strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah 2026 di tengah realisasi pajak daerah yang dilaporkan melampaui target pada sejumlah pos.
- Sulsel Times meminta penjelasan target dan strategi PAD Takalar 2026 kepada Kepala Bapenda Rusdi
- Kepala Bapenda menyatakan tidak dapat menjawab karena sibuk dan ada tamu dari BPK
- Data yang beredar menunjukkan PBJT parkir tertinggi dengan realisasi Rp522,87 juta atau 209,15 persen dari target Rp250 juta
- Sejumlah pos lain juga melampaui target termasuk BPHTB Rp7,88 miliar dan PBB P2 Rp5,72 miliar
- Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan masih rendah sekitar 5,97 persen dari target sehingga menjadi catatan perbaikan
Realisasi pajak daerah melampaui target pada sejumlah pos.
PBJT atau Pajak Barang dan Jasa Tertentu sektor parkir dilaporkan menjadi penyumbang tertinggi dalam realisasi pajak daerah Kabupaten Takalar.
Penerimaan pajak parkir disebut mencapai Rp522,87 juta dari target Rp250 juta atau 209,15 persen.
Kepala Bapenda Takalar Rusdi sebelumnya mengaitkan kenaikan itu dengan penataan titik parkir dan penguatan pengawasan di lapangan.
“Lonjakan pajak parkir ini tidak terlepas dari penataan titik parkir, peningkatan pengawasan, serta penertiban terhadap potensi kebocoran yang selama ini terjadi,” kata Rusdi, Senin, 23/02/2026.
Selain parkir, PBJT hotel dilaporkan terealisasi 117,47 persen.
PBJT restoran juga dilaporkan mencapai 110,44 persen.
Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan dilaporkan menembus Rp7,88 miliar dari target Rp7,3 miliar atau 108,08 persen.
Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan dilaporkan Rp5,72 miliar dari target Rp5,34 miliar atau 107,19 persen.
Pada sektor opsen, Opsen Pajak Kendaraan Bermotor dilaporkan mencapai 110,27 persen.
Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dilaporkan terealisasi 102,21 persen.
Ditanya target PAD 2026, Kepala Bapenda Takalar tidak memberi jawaban.
Sulsel Times mendatangi kantor Bapenda Takalar untuk meminta penjelasan target PAD 2026 sekaligus strategi peningkatan penerimaan daerah pada tahun berjalan.
Permintaan keterangan itu juga menyinggung pos pajak yang masih rendah, termasuk Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan yang dilaporkan baru terealisasi Rp1,67 juta dari target Rp28 juta atau sekitar 5,97 persen.
Namun, saat dimintai keterangan, Rusdi tidak memberikan penjelasan substansial terkait target maupun langkah operasional 2026.
“Saya sibuk, saya tidak bisa jawab,” kata Rusdi, Senin, 23/02/2026.
“Saya lagi ada tamu dari BPK,” kata Rusdi, Senin, 23/02/2026.
Pada pernyataan terpisah sebelumnya, Rusdi sempat menyebut langkah evaluasi untuk pos penerimaan yang masih rendah.
“Untuk sektor yang masih rendah, kami akan melakukan pendataan ulang potensi, memperkuat pengawasan, serta berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait agar realisasinya dapat ditingkatkan,” kata Rusdi, Senin, 23/02/2026.
Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye juga pernah menyampaikan apresiasi atas capaian yang melampaui target.
“Potensi yang belum tergarap maksimal harus segera dibenahi agar ke depan PAD Takalar semakin kuat dan berkelanjutan,” kata Mohammad Firdaus Daeng Manye, Senin, 23/02/2026.

















