Sulseltimes.com Makassar, 28 Agustus 2025 – Perumda Parkir Makassar bersama Bank Indonesia menggelar Bimtek dan Workshop Jukir Digital untuk ratusan juru parkir.
Program ini menekankan literasi digital dan pembiasaan transaksi non-tunai di titik parkir. BI menilai digitalisasi akan meningkatkan transparansi, kenyamanan, dan keamanan transaksi, sekaligus menekan potensi kebocoran PAD.
Perumda menargetkan layanan parkir yang lebih profesional dan modern.
- Ratusan jukir ikut Bimtek & Workshop Jukir Digital
- Kolaborasi Perumda Parkir Makassar–Bank Indonesia & perbankan
- Fokus percepatan pembayaran non-tunai yang transparan dan akuntabel
- Dukungan smart city Makassar serta penguatan PAD
Gelaran Bimtek
Perumda Parkir Makassar membuka Bimtek dan Pelatihan Angkatan Pertama yang dirangkaikan Workshop Jukir Digital. Peserta dibekali pemahaman dasar literasi digital, prosedur pelayanan, dan praktik penggunaan perangkat pembayaran nontunai di lapangan. Agenda ini menjadi tahap awal pembenahan layanan parkir kota agar lebih cepat, tertib, dan terukur.
Siapa Saja yang Hadir?
Kegiatan diikuti dan disaksikan jajaran lintas lembaga, Kepala Perwakilan BI Sulsel Rizki Ernadi Winanda, Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel Ricky Satria, Kepala Cabang BTN Makassar Ardityas Dwi Atmoko, Kepala Cabang Bank Sulselbar Makassar Zainal Abidin, perwakilan Bank Mandiri, Kadis Perhubungan Kota Makassar Muhammad Rheza, serta Kasat Lantas Polres Pelabuhan Makassar AKP Nursanti.
Pesan Bank Indonesia
Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Winanda, menekankan pentingnya adaptasi digital.
“Transformasi digital di sektor perparkiran bukan hanya meningkatkan transparansi, tetapi juga memberi kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat dalam bertransaksi,” ujarnya.
Menurut BI, digitalisasi perparkiran mendukung ekosistem cashless society dan memperkecil ruang kebocoran penerimaan daerah.
Komitmen Perumda Parkir
Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali (ARA), menyebut pelatihan ini memastikan jukir tidak sekadar mengatur kendaraan, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi.
“Kami ingin para jukir tidak hanya profesional dalam melayani, tetapi juga melek teknologi sehingga dapat beradaptasi dengan sistem pembayaran non-tunai yang semakin digalakkan,” kata ARA.
Implementasi di Lapangan
Standar layanan: ramah, sigap, dan informatif.
Perangkat pembayaran: pengenalan dan praktik penggunaan kanal nontunai.
Pencatatan transaksi: terdigitalisasi sehingga mudah diaudit dan dimonitor.
Dampak bagi Warga dan PAD
Warga diharapkan kian terbiasa bertransaksi nontunai yang praktis dan aman. Di sisi lain, tata kelola perparkiran menjadi lebih transparan dan akuntabel sehingga PAD dari sektor parkir berpotensi meningkat.
Respons Peserta
Sejumlah jukir mengapresiasi pelatihan ini. Mereka mengaku lebih percaya diri menghadapi pola kerja yang semakin digital dan transparan, termasuk mengoperasikan perangkat pembayaran nontunai di titik parkir.
Konteks Smart City
Transformasi perparkiran dipandang sejalan dengan visi Makassar sebagai smart city.
Kolaborasi BI, perbankan, Pemkot, kepolisian, dan Perumda Parkir diharapkan melahirkan ekosistem perparkiran yang modern, efisien, serta dipercaya masyarakat.
Bimtek Jukir Digital menjadi langkah konkret modernisasi layanan parkir Makassar.
Dengan dukungan BI dan perbankan, Perumda Parkir menyiapkan SDM yang andal, sistem pembayaran nontunai yang rapi, serta pencatatan transaksi yang transparan jadi pondasi penting menuju layanan publik yang lebih baik.

















