banner DPRD Makassar 728x90
Berita

Angin Kencang Terjang Makassar, BMKG Catat 20 Knot dan Waspada hingga 23 Januari

Avatar of Sulsel Times
13
×

Angin Kencang Terjang Makassar, BMKG Catat 20 Knot dan Waspada hingga 23 Januari

Sebarkan artikel ini
Angin Kencang Terjang Makassar BMKG Catat 20 Knot dan Waspada hingga 23 Januari
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com Makassar, Rabu, 21/01/2026 — Angin kencang disertai hujan terjadi di Kota Makassar pada Rabu siang.

Ringkasnya…
  • Angin kencang dan hujan terjadi di Makassar Rabu siang sekitar 13.30 WITA
  • BMKG memantau potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin di pesisir barat Sulsel
  • Kecepatan angin terukur di kantor BMKG Makassar 20 knot atau sekitar 40 km per jam
  • Potensi hujan diperkirakan hingga besok, angin kencang bisa bertahan sampai 23 Januari
  • BPBD Makassar imbau tunda wisata laut dan pastikan keselamatan pelayaran terutama warga pulau
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Kondisi ini terpantau sekitar pukul 13.30 WITA di kawasan Balai Kota Makassar, Jalan Jenderal Ahmad Yani.

banner DPRD Makassar 728x90

Pepohonan terlihat bergoyang kuat.

Ranting kecil melengkung mengikuti arah angin.

Bendera di halaman Balai Kota berkibar kencang.

Air hujan ikut merembes ke koridor karena terbawa hembusan angin.

BMKG Wilayah IV Makassar membenarkan adanya hujan dan angin kencang yang terpantau di pesisir barat Sulawesi Selatan.

Wilayah terdampak mencakup Makassar, Takalar, Gowa, Maros, hingga bergerak ke Pangkep.

“memang saat ini terpantau di wilayah pesisir barat, mulai dari Makassar, kemudian Takalar dan Gowa, bergerak menuju Maros dan Pangkep, terdapat potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang,” kata Prakirawan BMKG Rizky Yuda, Rabu, 21/01/2026.

BMKG sebut hujan berlanjut hingga besok, angin bisa bertahan dua hari

Rizky Yuda menyampaikan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan masih berlangsung hingga Kamis.

Ia menyebut potensi angin kencang diperkirakan bertahan hingga dua hari ke depan.

“untuk besok masih ada potensi hujan, kemudian mulai tanggal 23 sudah berkurang, namun potensi angin kencangnya masih ada hingga tanggal 23 atau lusa,” kata Rizky Yuda, Rabu, 21/01/2026.

BMKG mencatat kecepatan angin yang terukur di kantor BMKG Makassar mencapai 20 knot atau sekitar 40 kilometer per jam.

BMKG menilai kecepatan angin di wilayah pesisir bisa lebih tinggi karena minim penghalang.

“kalau yang terukur di kantor kami sekitar 20 knot, namun di wilayah pesisir seperti Paotere dan sekitarnya, anginnya bisa lebih kencang karena minim penghalang, berbeda dengan di dalam kota yang banyak gedung dan pepohonan,” kata Rizky Yuda, Rabu, 21/01/2026.

Rizky menegaskan kondisi yang terjadi belum masuk kategori badai atau siklon tropis.

“kalau badai itu seperti siklon tropis, misalnya yang pernah terjadi di Aceh, untuk kondisi sekarang ini masih dalam kategori angin kencang, bukan badai,” kata Rizky Yuda, Rabu, 21/01/2026.

BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang beraktivitas di pesisir dan perairan, untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

BPBD Makassar minta warga tunda wisata laut, tekankan pemeriksaan kapal dan life jacket

Kepala Pelaksana BPBD Makassar M Fadli menyebut cuaca ekstrem di perairan Sulawesi Selatan menjadi perhatian serius.

BPBD mengimbau warga menunda perjalanan laut yang tidak mendesak.

BPBD juga meminta aktivitas wisata laut ditahan sementara jika kondisi cuaca tidak mendukung.

Fadli menyoroti aktivitas hobi seperti memancing atau pelayaran berkelompok yang berpotensi meningkatkan risiko ketika gelombang dan angin menguat.

Imbauan disampaikan setelah sejumlah insiden kecelakaan laut terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“di beberapa kabupaten, seperti Gowa kemarin dilaporkan adanya korban meninggal dunia karena tenggelam,” kata M Fadli, Rabu, 21/01/2026.

Menurut BPBD, situasi ini menjadi pengingat bahwa risiko di perairan tetap tinggi saat cuaca tidak bersahabat.

BPBD mengakui perjalanan laut tidak selalu bisa dihindari, terutama bagi warga kepulauan yang bergantung pada transportasi laut.

Karena itu, warga diminta meningkatkan kesiapsiagaan sebelum berangkat.

Pemeriksaan kapal disebut sebagai langkah utama, termasuk memastikan kondisi mesin dan kelayakan kapal secara menyeluruh.

BPBD menilai kerusakan mesin di tengah laut dapat memicu situasi darurat, terutama ketika angin kencang dan gelombang tinggi terjadi bersamaan.

Kelengkapan alat keselamatan juga diminta menjadi prioritas.

Setiap penumpang diimbau memastikan ketersediaan dan penggunaan pelampung atau life jacket selama penyeberangan.

BPBD menilai langkah sederhana ini penting untuk mengurangi dampak ketika terjadi keadaan darurat.

Angin kencang dan hujan yang melanda Makassar berpotensi bergeser dan berdampak luas di pesisir barat Sulsel.

Untuk warga Makassar dan daerah penyangga, kewaspadaan paling relevan berada pada aktivitas di pesisir, pelabuhan, dan jalur penyeberangan kepulauan hingga 23 Januari.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow
banner Pemerintah Kota Makassar 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *