Sulseltimes.com Makassar, Minggu, 18/01/2026 — Seorang anak laki laki berusia 5 tahun bernama Ridho Alganiu dilaporkan terseret ombak di kawasan pemecah ombak Pattingalloang, Kabupaten Gowa, sekitar pukul 12.30 WITA, dan hingga sore tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dan menemukan korban telah meninggal dunia.
- Korban anak 5 tahun dilaporkan terseret ombak di pemecah ombak Pattingalloang, Gowa
- Insiden terjadi Minggu 18/01/2026 sekitar pukul 12.30 WITA saat korban bersama keluarga
- SAR gabungan melibatkan BPBD Makassar, Damkar, TNI, Polri, dan warga
- BPBD Makassar menurunkan 20 personel dengan 2 kapal rescue dan 1 perahu karet
- BPBD mengingatkan orang tua agar waspada karena area pemecah ombak berisiko tinggi
Insiden di pemecah ombak Pattingalloang
Ridho Alganiu dilaporkan berada di pesisir bersama keluarganya saat kejadian berlangsung.
Korban disebut berdiri dekat batu pemecah ombak ketika gelombang besar datang tiba tiba dan menyeretnya ke laut.
Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian menyampaikan laporan ke petugas.
Tim SAR gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi.
Unsur yang terlibat dalam operasi terdiri dari BPBD Kota Makassar, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, serta masyarakat setempat.
Kepala BPBD Kota Makassar M. Fadli turun langsung memimpin operasi guna memastikan koordinasi lintas sektor berjalan dan keselamatan personel tetap terjaga.
“Begitu menerima laporan, tim gabungan langsung bergerak melakukan pencarian di sekitar lokasi dan perairan yang berpotensi menjadi jalur hanyut korban,” kata M. Fadli, Kepala BPBD Kota Makassar, Minggu, 18/01/2026.
Pencarian SAR masih berlangsung dan imbauan untuk orang tua
BPBD Kota Makassar menurunkan 20 personel dalam operasi pencarian tersebut.
Dukungan peralatan yang dikerahkan berupa dua unit kapal rescue dan satu unit perahu karet.
Pencarian dilakukan melalui penyisiran perairan serta pemantauan titik rawan yang diperkirakan menjadi lintasan arus dan ombak.
Petugas tetap bersiaga dengan mempertimbangkan perubahan cuaca dan dinamika gelombang di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, korban telah ditemukan meninggal dunia.
BPBD mengimbau warga, terutama orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak anak saat berada di kawasan pesisir.
Area pemecah ombak dinilai memiliki risiko tinggi karena gelombang bisa berubah cepat dan permukaan batu licin.
“Mohon jangan biarkan anak bermain dekat pemecah ombak, terutama saat ombak sedang kuat, agar kejadian serupa tidak terulang,” kata M. Fadli, Kepala BPBD Kota Makassar, Minggu, 18/01/2026.
















