banner DPRD Makassar 728x90
PalopoBerita

Aksi Wija To Luwu Tutup Jalan di Sejumlah Titik, Desak Pemekaran Provinsi Luwu Raya

Avatar of Sulsel Times
7
×

Aksi Wija To Luwu Tutup Jalan di Sejumlah Titik, Desak Pemekaran Provinsi Luwu Raya

Sebarkan artikel ini
Aksi Wija To Luwu Tutup Jalan di Sejumlah Titik Desak Pemekaran Provinsi Luwu Raya
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Palopo, Sabtu, 24/01/2026 — Aksi demonstrasi Aliansi Wija To Luwu kembali berlanjut pada Sabtu pagi.

Aksi yang menuntut realisasi pemekaran Provinsi Luwu Raya ini memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan.

banner DPRD Makassar 728x90

Massa menutup akses dengan menaruh pohon di beberapa titik.

Ringkasnya…
  • Aksi Aliansi Wija To Luwu berlanjut Sabtu 24 Januari 2026 setelah dimulai Jumat 23 Januari 2026
  • Massa menutup jalan dengan pohon dan memicu kemacetan di sejumlah ruas
  • Aliansi menuntut realisasi pemekaran Provinsi Luwu Raya yang disebut sudah disuarakan sejak 2020
  • Titik penutupan jalan disebut terjadi di perbatasan Luwu, Sampoddo Palopo, Walenrang, Masamba, Baliase, dan Tana Lili
  • Polisi mengimbau aksi tidak mengganggu pengguna jalan, sementara sebagian warga menyatakan dukungan
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Aksi berlanjut, tuntutan pemekaran disuarakan sejak 2020

Muh. Reza, salah satu anggota aliansi, mengatakan tuntutan pemekaran Provinsi Luwu Raya telah disuarakan sejak 2020.

Ia menyebut rencana pemekaran itu telah mendapat persetujuan dari empat kepala daerah.

Empat daerah yang disebut mendukung adalah Pemerintah Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur.

Palopo disebut sebagai calon ibu kota provinsi.

“Sejak 2020 kami menunggu, tapi tidak ada tindak lanjut,” kata Muh. Reza, anggota Aliansi Wija To Luwu, Sabtu, 24/01/2026.

“Kami hanya ingin janji itu ditepati,” kata Muh. Reza, anggota Aliansi Wija To Luwu, Sabtu, 24/01/2026.

“Semoga aksi ini bisa didengar langsung oleh Presiden agar segera mengeluarkan kebijakan khusus untuk pencabutan moratorium daerah otonomi baru,” kata Muh. Reza, anggota Aliansi Wija To Luwu, Sabtu, 24/01/2026.

Massa menutup jalan di sejumlah titik strategis.

Titik yang disebut di antaranya perbatasan Luwu.

Titik lainnya berada di Sampoddo di Kota Palopo.

Penutupan juga disebut terjadi di Walenrang di Kabupaten Luwu.

Di wilayah Luwu Utara, massa disebut menutup akses di Masamba.

Penutupan juga dilaporkan di Baliase.

Titik lain yang disebut adalah Tana Lili.

Polisi imbau tidak ganggu pengguna jalan

Kepolisian mengimbau agar aksi tidak mengganggu arus lalu lintas.

Aiptu Asmara dari Satlantas Polres Luwu menyayangkan penutupan jalan yang membuat perjalanan warga terganggu.

“Kasihan pengguna jalan, apalagi kalau ada orang sakit atau yang melakukan perjalanan jauh,” kata Aiptu Asmara, anggota Satlantas Polres Luwu, Sabtu, 24/01/2026.

Di sisi lain, sebagian warga menyatakan dukungan terhadap aksi tersebut.

“Kalau tidak demo di jalan, pemerintah tidak akan melihat dan peduli,” kata Syahrul, warga setempat, Sabtu, 24/01/2026.

Aliansi Wija To Luwu menyatakan aksi akan berlanjut hingga ada tanggapan resmi dari pemerintah pusat terkait pemekaran Provinsi Luwu Raya.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow
banner Pemerintah Kota Makassar 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *