Sulseltimes.com, Batu, Sabtu, 24 Oktober 2026 — BNPB menyiapkan evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan setelah enam petugas dan relawan meninggal dalam upaya pemadaman di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
- Enam petugas dan relawan meninggal dalam pemadaman karhutla Bromo
- BNPB akan mempelajari laporan untuk evaluasi
- Kristomei Sianturi memberi keterangan di Kota Batu pada 23 Oktober
- Tambahan helikopter dan pesawat OMC disiapkan untuk Jawa Timur
- Keselamatan tim menjadi perhatian dalam penanganan
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menyatakan laporan dari wilayah terdampak akan dipelajari agar evaluasi dapat memperbaiki cara kerja penanggulangan karhutla.
“Kami akan melakukan evaluasi,” kata Kristomei dalam keterangan yang disampaikan kepada awak media di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jumat, 23 Oktober 2026.
Ia menekankan perlunya memeriksa penyebab kejadian agar petugas tidak kembali menjadi korban dalam penanganan bencana.
Enam korban meninggal tersebut adalah Suraji, Munawi, Hendra Rony Wagiyanata, Sukaris, Wisnu Yuda Pratama, dan Sefriel Ardiansyah.
Suraji meninggal pada 23 Oktober setelah menjalani perawatan di RSUD Dr Soetomo, Surabaya.
Dukungan udara untuk Jawa Timur
Dalam penanganan karhutla Jawa Timur, BNPB juga menyiapkan tambahan satu helikopter pengebom air dari Kalimantan Selatan dan satu pesawat operasi modifikasi cuaca dari Kalimantan Barat.
Dukungan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Kota Batu pada 23 Oktober.
Armada tambahan disiapkan untuk membantu pemadaman serta mencegah kebakaran semakin meluas.
Kristomei menyatakan hasil evaluasi akan digunakan untuk memperkuat penanganan karhutla sekaligus menjaga keselamatan tim di lapangan.















