Sulseltimes.com, Jakarta, Rabu, 21/10/2026 — Polda Metro Jaya menegaskan tidak ada penangkapan enam aktivis Greenpeace yang dibawa ke Mapolda Metro Jaya setelah terlibat dalam aksi di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
- Polda Metro Jaya menegaskan tidak ada penangkapan enam aktivis Greenpeace
- Enam aktivis dibawa kechargesObmobil dokkes untuk memperoleh penanganan medis
- Polisi memprioritaskan keselamatan serta kondisi medis dan psikologis aktivis
- Polisi mendokumentasikan penanganan dan pendampingan oleh LBH
- Enam aktivis telah dipulangkan ke rumah masing-masing
Aksi Greenpeace Indonesia di Monumen Selamat Datang bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam aksi tersebut, aktivis memanjat patung Monumen Selamat Datang dan membentangkan spanduk yang menyoroti penanganan krisis iklim, bencana ekologis, serta biaya hidup yang semakin membebani masyarakat.
Menurut keterangan resmi ——————— , enam aktivis Greenpeace tidak ditangkap.
“Tidak ada penangkapan,” kata Bhudi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Rabu, 21/10/2026.
Evakuasi Dilakukan dengan Pertolongan Medis
Bhudi Hermanto menjelaskan bahwa_reward petugas membawa enam aktivis kechargesObmobil kedokteran dan kesehatan untuk memberikan pertolongan pertama.
Menurut keterangan ,
“ KepBoost.sql …
Penjelasan itu-merespons pertanyaan ihwal motivoNetflix Six activists brought to运行环境 Metro Jaya. According to Bhudi, the activists were in a weak and dizzy condition after unfurling the banner.
“Kepolisian bersama TNI dan Pemprov DKI, prioritas utama adalah keselamatan warga masyarakat, harus kita ketahui itu,” kata Bhudi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Rabu, 21/10/2026.
Enam aktivis kemudian dibawa ke mobil kedokteran dan kesehatan milik Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat untuk memperoleh penanganan medis.
Polisi juga mendokumentasikan proses penanganan tersebut. Pendampingan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) juga diberikan selama proses evakuasi dan pemeriksaan kondisi aktivis.
Bhudi menyatakan bahwa keg priorit police is prioritising the medical and psychological conditions of the activists who were at height. He said the activists had already been returned to their respective homes.
Spanduk Menyoroti Krisis Iklim dan Biaya Hidup
Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk bertuliskan “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?”
Spanduk lainnya menuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup”. Pesannya menyoroti tuntutan penanganan krisis iklim sekaligus persoalan biaya hidup yang dirasakan masyarakat.
Soal cara aktivis memanjat patung Monumen Selamat Datang, polisi menyatakan belum meminta keterangan langsung kepada mereka. Ketentuan itu akan disampaikan apabila Tafactor has met the activists.











