Sulseltimes.com, Jakarta, Senin, 19/10/2026 — Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyampaikan pesan khusus ke Presiden Prabowo Subianto tentang penegakan hukum terhadap coordinated trading di pasar modal Indonesia.
- Friderica Widyasari Dewi mengikuti rapat terbatas dengan Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta
- OJK menegakkan enforcement terhadap pelanggaran coordinated trading dan pelanggaran lainnya
- Reformasi pasar modal fokus pada peningkatan transparansi dan likuiditas
- Investasi ritel domestik mencapai 32,7 SID sebagai indikator potensi pasar modal
- OJK berharap efek jera meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia
Dalam rapat terbatas yang dilakukan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Friderica Widyasari Dewi yang akrab disapa Kiky menyampaikan komitmen OJK untuk terus memprogreskankan reformasi pasar modal Indonesia.
“Terkhusus terkait dengan pasar modal Indonesia, kami juga sampaikan kepada beliau dan kami menyampaikan akan meneruskan reformasi pasar modal terkait dengan peningkatan transparansi, kemudian likuiditas,” ujarnya.
Pesan khusus yang disampaikan oleh Kiky menekankan pentingnya penegakan hukum. “Dan tadi pesan khusus terpenting adalah bagaimana kita terus menegakkan enforcement ya kepada mereka-mereka yang telah melakukan pelanggaran terkait coordinated trading dan lain sebagainya,” lanjutnya.
Kiky menjelaskan tujuan tindakan enforcement adalah untuk meningkatkan kredibilitas pasar modal. “Sehhingga, menurut Kiky, OJK akan semakin terus menegakkan kredibilitas, integritas dan terus melakukan enforcement terhadap berbagai pelanggaran yang telah terjadi. Dan ini harapannya, lanjut dia, menimbulkan efek jera sehingga ke depan pasar modal Indonesia semakin likuid, semakin transparan dan menjadi tempat investasi yang baik untuk investor domestik maupun asing,” kata Kiky.
Dalam konteks investor, OJK menyebutkan pencapaian signifikan dalam akses investor ritel domestik. “Apalagi sekarang dengan investor ritel domestik kita sudah mencapai 32,7 SID yang tentu saja ini menaruh harapan besar untuk pasar modal Indonesia ke depan bisa menjadi tempat investasi untuk jangka panjang yang baik untuk masyarakat Indonesia,” tegasnya.
Presiden Prabowo Subianto hadir dalam rapat terbatas yang menyoroti komitmen bersama dalam memajukan sektor keuangan Indonesia. Perbincangan ini menjadi bagian dari upaya kolaborasi antara pemerintah dan regulator dalam mengatasi tantangan pasar modal.
OJK berkomitmen untuk terus menyemaikan reformasi yang mendorong lingkungan investasi yang lebih aman dan adil. Penegakan hukum terhadap coordinated trading menjadi salah satu langkah strategis dalam mengamankan kepercayaan investor domestik dan internasional.
Dengan target peningkatan transparansi dan likuiditas, OJK menyiapkan langkah-langkah untuk memperkuat infrastruktur pasar modal Indonesia. Harapan terhadap investor ritel domestik yang telah mencapai angka 32,7 SID menjadi fondasi utama dalam membangun sistem investasi yang inklusif.
Tindak tegas OJK terhadap pelanggaran coordinated trading diharapkan menciptakan efek jera yang signifikan bagi praktik-praktik tidak etis di pasar modal. Langkah ini sejalan dengan reformasi yang dilakukan untuk meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia secara menyeluruh.







