Teknologi

Restricted Chat WhatsApp Mulai Diuji, Batasi Akses di Perangkat Tertaut

Avatar of Sulsel Times
0
×

Restricted Chat WhatsApp Mulai Diuji, Batasi Akses di Perangkat Tertaut

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi fitur Restricted Chat pada aplikasi percakapan di ponsel
Ilustrasi AI Sulsel Times mengenai fitur Restricted Chat WhatsApp.
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Minggu, 11/10/2026 — WhatsApp mulai menggulirkan Restricted Chat kepada sebagian pengguna versi beta Android dan iOS. Fitur ini membatasi percakapan tertentu agar hanya tersedia di perangkat utama.

Ringkasnya…
  • Restricted Chat baru tersedia bagi sebagian pengguna beta Android dan iOS.
  • Percakapan yang dibatasi tidak dapat dibuka melalui perangkat tertaut.
  • Fitur juga memblokir ekspor chat, penyimpanan media otomatis, dan penggunaan Meta AI di percakapan tersebut.
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Menurut WABetaInfo, fitur ini tersedia secara terbatas pada WhatsApp beta Android versi 2.26.39.11 dan iOS versi 26.39.10.20.

Scroll Kebawah
Advertisement

Pengguliran dilakukan bertahap sehingga belum semua pengguna beta mendapatkannya. WhatsApp juga belum mengumumkan jadwal peluncuran untuk versi stabil.

Empat Pembatasan dalam Percakapan

Restricted Chat merupakan pengembangan dari Advanced Chat Privacy. Saat diaktifkan, fitur menerapkan empat pembatasan pada percakapan individual.

Percakapan tidak tersedia di perangkat tertaut, media tidak tersimpan otomatis ke galeri, riwayat chat tidak dapat diekspor, dan fitur Meta AI tidak dapat digunakan di dalam percakapan itu.

Pengguna dapat mengaktifkannya secara manual melalui halaman informasi percakapan. WhatsApp akan menampilkan pesan sistem agar semua pihak mengetahui pembatasan tersebut.

Bukan Pengganti Enkripsi

Restricted Chat merupakan lapisan kontrol tambahan, bukan syarat agar percakapan terenkripsi. Pesan dan panggilan WhatsApp tetap dilindungi enkripsi ujung ke ujung, terlepas dari aktif atau tidaknya fitur ini.

Karena masih terbatas pada versi beta, fungsi dan cakupan Restricted Chat masih dapat berubah sebelum tersedia untuk pengguna umum.

Pembatasan akses pada perangkat tertaut berarti percakapan tertentu tetap dapat dipakai di perangkat utama, tetapi tidak muncul dengan fungsi biasa pada perangkat lain yang terhubung. Pengguna perlu memahami perbedaan ini sebelum mengaktifkannya.

Larangan ekspor chat dan penyimpanan media otomatis berlaku pada percakapan yang diberi pembatasan. Keterangan tersebut berasal dari pengamatan versi beta oleh WABetaInfo, sehingga penerapan akhir pada versi umum dapat berubah.

Penggunaan Meta AI di dalam percakapan juga dibatasi. Pembatasan itu terkait kontrol atas isi chat tertentu; fitur AI di bagian lain aplikasi tidak otomatis dinonaktifkan.

Pesan sistem yang tampil setelah fitur diaktifkan memberi tahu peserta percakapan mengenai perubahan. Karena itu, pengaturan ini bukan cara diam-diam untuk mengubah akses pihak lain tanpa mereka mengetahui adanya pembatasan.

Fitur ini berbeda dari kunci aplikasi atau kunci chat yang bertujuan mencegah orang lain membuka percakapan pada perangkat yang sama. Restricted Chat, menurut laporan beta, berfokus pada penggunaan data percakapan dan perangkat tertaut.

WhatsApp belum menyatakan kapan fitur tersebut hadir untuk semua pengguna. Nomor versi beta yang disebut dalam laporan menjelaskan tempat fitur diuji, bukan persyaratan yang perlu dipasang oleh pengguna umum.

Pengguna yang mengandalkan perangkat tertaut untuk bekerja perlu memeriksa konsekuensi pembatasan sebelum mengaktifkannya pada chat penting. Ketersediaan pesan di ponsel utama dan perangkat lain dapat berbeda.

Informasi mengenai cakupan fitur ini bersumber dari WABetaInfo. Pengumuman resmi WhatsApp diperlukan untuk memastikan nama, pilihan pengaturan, dan perilakunya pada rilis stabil.

Sumber: WABetaInfo, 2–3 Oktober 2026.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *