Sulseltimes.com, Makassar, Jumat, September 11, 2026 — Antrean BBM di Makassar kembali mengular pada Jumat pagi, dengan kepadatan di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan menuju Bumi Tamalanrea Permai diperkirakan mencapai tujuh kilometer, sementara Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan stok BBM bersubsidi masih aman.
- Antrean kendaraan di kawasan Perintis Kemerdekaan diperkirakan mencapai tujuh kilometer
- Penyaluran harian Biosolar meningkat 14,6 persen dibanding Mei 2026
- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan stok BBM subsidi masih mencukupi
- Antrean terjadi Jumat, 11 September 2026 di Makassar
- Kepadatan mengganggu arus lalu lintas dan membuat pengendara menunggu untuk memperoleh BBM
Antrean terpadat dilaporkan terjadi di stasiun pengisian bahan bakar umum di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan menuju Bumi Tamalanrea Permai.
Deretan kendaraan memanjang di ruas jalan tersebut dan berdampak pada kelancaran lalu lintas.
Sejumlah pengendara dilaporkan telah menunggu sejak dini hari untuk mendapatkan BBM.
Kepadatan kendaraan juga terjadi di sejumlah SPBU lain di Kota Makassar.
Pertamina Pastikan Stok BBM Sulawesi Selatan Aman
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan persediaan BBM bersubsidi di Sulawesi Selatan masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan perusahaan telah melakukan penguatan distribusi dan pengaturan pelayanan.
“Stok BBM subsidi di Sulawesi Selatan saat ini masih aman dan mencukupi,” kata Lilik Hardiyanto, Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Senin, September 7, 2026.
Menurut Pertamina, penguatan distribusi dilakukan untuk merespons peningkatan konsumsi sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan di SPBU.
Konsumsi Biosolar Naik 14,6 Persen
Rata-rata penyaluran harian Biosolar pada Agustus 2026 tercatat meningkat 14,6 persen dibandingkan Mei 2026.
Pertamina menyebut peningkatan konsumsi antara lain dipengaruhi aktivitas logistik dan transportasi serta perubahan pola konsumsi akibat perbedaan harga BBM bersubsidi dan nonsubsidi.
Penyaluran Biosolar di Sulawesi Selatan telah ditingkatkan sebesar 14,6 persen, sedangkan Pertalite meningkat 7,6 persen.
Distribusi juga diperkuat melalui penyesuaian operasional depot dan optimalisasi mobil tangki dengan skema spot charter.
Namun, berdasarkan keterangan yang tersedia, Pertamina belum merinci volume stok di terminal BBM maupun besaran tambahan pasokan untuk masing-masing SPBU.
Antrean yang masih terjadi menunjukkan distribusi BBM ke tingkat SPBU tetap menjadi perhatian di tengah peningkatan kebutuhan masyarakat.
Pertamina menyatakan pemantauan terus dilakukan agar penyaluran BBM berjalan sesuai kebutuhan dan kondisi pelayanan kembali normal.















