Viral

Video Perkelahian Siswi SMP Viral, Polisi Pangkalpinang Imbau Hentikan Sebaran

Avatar of Sulsel Times
0
×

Video Perkelahian Siswi SMP Viral, Polisi Pangkalpinang Imbau Hentikan Sebaran

Sebarkan artikel ini
Video Perkelahian Siswi SMP Viral, Polisi Pangkalpinang Imbau Hentikan Sebaran
Video Perkelahian Siswi SMP Viral, Polisi Pangkalpinang Imbau Hentikan Sebaran
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Pangkalpinang, Kamis, 03/09/2026 — Video perkelahian dua siswi SMP di Jalan Tanjung Bunga, Pangkalpinang, viral di media sosial dan kini ditangani kepolisian.

Ringkasnya…
  • Video perkelahian siswi SMP viral di media sosial
  • Kejadian di Jalan Tanjung Bunga, Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang
  • Kapolresta Pangkalpinang Kombes Pol Indra Wijatmiko
  • Kamis, 03/09/2026
  • Kasus dalam penanganan penyidik, polisi imbau hentikan sebar video
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Peristiwa kekerasan tersebut terjadi di kawasan Jalan Tanjung Bunga, Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung.

Scroll Kebawah
Advertisement

Video yang beredar menunjukkan dua remaja putri berkelahi hingga salah satunya kepala dihantamkan ke trotoar.

Orang tua korban tidak menerima tindakan kekerasan tersebut dan melaporkan kejadian ke kepolisian setempat.

Kasus Diserahkan ke Penyidik

Kapolresta Pangkalpinang Kombes Pol Indra Wijatmiko mengonfirmasi kasus penganiayaan dan perkelahian anak di bawah umur ini sedang dalam penanganan intensif penyidik.

“Kasus ini sudah dalam penanganan tim penyidik. Kami telah memanggil dan meminta keterangan dari pihak-pihak yang terlibat untuk mengetahui pasti apa motif di balik perkelahian tersebut,” kata Kombes Pol Indra Wijatmiko, Kamis, 03/09/2026.

Imbauan Hentikan Sebaran Video

Mengingat para pihak terlibat masih berstatus anak di bawah umur, kepolisian mengimbau keras kepada masyarakat dan warganet menghentikan penyebarluasan video perkelahian di berbagai platform media sosial.

Langkah itu dianggap penting untuk menjaga psikologis serta melindungi masa depan para pelajar agar tidak mengalami trauma maupun sanksi sosial berkepanjangan.

Penanganan kasus ini masih berlanjut oleh tim penyidik Polresta Pangkalpinang.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *