Sulseltimes.com, Jakarta, Senin, 31/08/2026 — Google akan memperketat batas penggunaan memori untuk aplikasi dan game di Google Play Store mulai Februari 2027.
- Google tetapkan batas memori aplikasi Android
- Batas utama 2,25 GB foreground untuk RAM 8 GB
- Bitmap dibatasi 200 MB dan cache 400 MB
- Berlaku Februari 2027 dengan peringatan via Android Vitals
- Aplikasi login wajib dukung Zero-Tap Sign-In April 2027
Kebijakan baru ini ditujukan agar pengembang membuat aplikasi yang lebih hemat memori. Industri smartphone menghadapi kelangkaan komponen memori yang berdampak pada ketersediaan RAM perangkat.
Menurut The Register yang dirangkum KompasTekno, aplikasi yang boros memori dapat memperlambat ponsel dan memaksa sistem menutup aplikasi lain di latar belakang.
Batas Penggunaan Memori Utama
Batas penggunaan memori utama disesuaikan dengan kapasitas RAM perangkat. Pada perangkat RAM 8 GB, aplikasi tidak boleh melebihi 2,25 GB saat berjalan di foreground, 1,5 GB untuk layanan yang terlihat pengguna, dan 1,5 GB di background.
Perangkat dengan RAM lebih dari 16 GB sebagian besar dikecualikan dari batasan ini.
Batas Bitmap, Cache, dan Kode DEX
Google juga menetapkan batas maksimal 200 MB untuk bitmap dan 400 MB untuk cache. Pengembang diwajibkan mengoptimalkan kode DEX (Dalvik Executable) guna mengurangi konsumsi memori serta mempercepat pembukaan dan eksekusi aplikasi.
Penegakan dan Alat Bantuan Pengembang
Persyaratan mulai diberlakukan Februari 2027. Aplikasi yang melanggar batas dapat mendapat pembatasan di Play Store. Google menyediakan alat di Play Console melalui Android Vitals untuk memantau penggunaan memori dan menerima peringatan dini.
Aturan Login Tanpa Sentuhan Mulai April 2027
Selain batas memori, Google mewajibkan aplikasi dengan fitur login mendukung Zero-Tap Sign-In mulai April 2027. Fitur ini memanfaatkan API Android Restore Credentials agar pengguna tetap login saat berpindah perangkat baru tanpa memasukkan kredensial manual.
Google menyatakan aturan ini mempermudah pengaturan perangkat baru dan mengurangi risiko phishing serta pencurian kredensial saat migrasi data.
Dengan langkah ganda ini, Google mendorong ekosistem Android yang lebih ringan dan pengalaman berpindah perangkat yang mulus.







