Bisnis

Penyebab IHSG Melesat 1% di Akhir Perdagangan

Avatar of Sulsel Times
0
×

Penyebab IHSG Melesat 1% di Akhir Perdagangan

Sebarkan artikel ini
Penyebab IHSG Melesat 1% di Akhir Perdagangan
Penyebab IHSG Melesat 1% di Akhir Perdagangan
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Kamis, 16/07/2026 — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,1% ke level 6.108,21 pada perdagangan Kamis, didorong reli saham perbankan dan meredanya tekanan dari saham DCII.

Ringkasnya…
  • IHSG menguat 1,1% ke 6.108,21
  • Kapitalisasi pasar BEI naik menjadi Rp10.659 triliun
  • PT Astra International, Bank Mandiri, BCA jadi kontributor terbesar
  • Perdagangan Kamis 16 Juli 2026 di Bursa Efek Indonesia
  • Reli saham besar mengimbangi tekanan awal dari saham DCII
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Penguatan IHSG Ditopang Sektor Keuangan dan Bahan Baku

IHSG mengakhiri perdagangan di level 6.108,21.

Scroll Kebawah
Advertisement

Angka itu naik 66,24 poin atau 1,10% dibanding penutupan sebelumnya.

Sebanyak 385 saham menguat, 254 saham melemah, dan 326 saham stagnan.

Nilai transaksi mencapai Rp13,22 triliun dengan volume 26,23 miliar saham.

Seluruh sektor ditutup di zona hijau.

Sektor bahan baku memimpin penguatan dengan kenaikan 1,67%.

Sektor keuangan menyusul sebesar 1,22%.

Diikuti sektor utilitas 1,03%, konsumer primer 0,87%, dan energi 0,85%.

Reli saham bank berkapitalisasi besar menjadi penopang utama IHSG.

Kontributor Utama IHSG dan Tekanan dari DCII

PT Astra International Tbk. (ASII) menjadi kontributor kenaikan terbesar terhadap IHSG.

Saham ASII menyumbang sekitar 10,19 poin.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menambah 8,99 poin.

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) memberikan kontribusi 8,83 poin.

PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) menyumbang 6,75 poin.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) berkontribusi 4,38 poin.

Penguatan saham-saham itu mampu mengimbangi tekanan dari saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII).

Pada awal sesi, saham DCII sempat anjlok hingga sekitar 7,4% dan memangkas sekitar 15 poin IHSG.

Akibatnya, IHSG sempat masuk zona merah pada 30 menit pertama perdagangan.

Namun tekanan tersebut berangsur mereda menjelang penutupan.

Saham DCII berhasil memangkas pelemahan menjadi hanya 0,44%.

Kontribusi negatif DCII terhadap IHSG pun menyusut menjadi sekitar 0,9 poin.

Aliran Dana Asing dan Kesimpulan

Investor asing masih menunjukkan sikap hati-hati di pasar reguler.

Hingga sesi pertama, asing mencatatkan net sell di pasar reguler.

Namun secara keseluruhan asing membukukan net buy sekitar Rp1 triliun.

Transaksi jumbo di pasar negosiasi saham PT Perdana Karya Perkasa Tbk. (PKPK) senilai Rp1,44 triliun menjadi penyebabnya.

Total transaksi investor asing pada sesi pertama mencapai Rp4,19 triliun.

Terjadi aksi jual asing pada beberapa saham unggulan seperti TPIA, RANS, ASII, BBRI, AMRT, dan BUMI.

Dengan meredanya tekanan dari DCII dan menguatnya saham berkapitalisasi besar, IHSG berhasil mempertahankan reli hingga akhir perdagangan.

Indeks kembali ditutup di atas level psikologis 6.100.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *