Sulseltimes.com, Sidrap, Jumat, 15/05/2026 — Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif meminta tambahan kuota jagung Program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada Perum Bulog untuk menjaga ketersediaan stok dan menekan harga pakan ternak di wilayahnya.
Permintaan ini diajukan seiring peningkatan produksi jagung lokal yang dibarengi dengan pertumbuhan populasi ternak unggas sehingga kebutuhan pakan semakin tinggi.
- Bupati Sidrap minta tambahan kuota jagung SPHP
- Peningkatan populasi ternak unggas dorong kebutuhan pakan
- Pemkab Sidrap koordinasi dengan Bulog Sulselbar
- Permintaan disampaikan Jumat, 15/05/2026
- Harga jagung SPHP ditetapkan Rp5.000 per kilogram
Dorongan Stabilitas Harga Pakan
“Produksi jagung di Sidrap banyak, bertambah, cuman meningkat juga populasi ternak, maka dibutuhkan support dari Bulog untuk SPHP jagung. Supaya stok jagung mantap dan tidak naik harganya,” kata Syaharuddin Alrif, Jumat, 15/05/2026.
Pemerintah daerah sebelumnya telah mengajukan penyaluran jagung SPHP dan sebagian sudah terealisasi.
Kini Pemkab Sidrap kembali meminta tambahan kuota untuk memenuhi kebutuhan peternak. “Sudah diajukan dan sudah terealisasi, makanya kami minta untuk tambahan,” ujarnya.
Koordinasi dengan Bulog dan Dampak Inflasi
Syaharuddin menyebut koordinasi telah dilakukan dengan Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Sulselbar. Dinas Peternakan Sidrap diminta segera mengumpulkan data kebutuhan peternak untuk pengajuan tambahan distribusi.
“Saya sudah bicara dengan Wapimwil Bulog, supaya Dinas Peternakan di Sidrap mengumpulkan pengajuan. Sudah ditindaklanjuti oleh Wapimwil Bulog untuk mengajukan pengajuan dari Sidrap untuk peternak, supaya tambah kuota SPHP jagungnya,” katanya.
Bupati menjelaskan bahwa jagung merupakan komponen utama pakan ayam yang dicampur dedak dan konsentrat. Kenaikan harga salah satu komponen akan mendorong kenaikan biaya produksi peternak, yang pada akhirnya berimbas pada harga telur dan inflasi. “Karena ayam itu dia makan jagung, dedak sama konsentrat. Dicampur ini tiga. Kalau salah satunya naik, maka naik harga telur. Kalau naik harga telur, otomatis inflasi akan naik,” jelasnya.
Sementara itu, Perum Bulog Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mulai menyiapkan penyaluran jagung SPHP. Wakil Pimpinan Perum Bulog Sulselbar Karmila Hasmi menyatakan, “Penugasannya sudah ada, dalam waktu dekat kita pasti akan menyalurkan sesuai dengan permintaan dari Dinas Pertanian Provinsi ataupun daerah setempat.
”Harga jagung SPHP telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp5.000 per kilogram. “Harga acuan di SPHP jagung itu Rp5.000,” pungkasnya.
Tambahan kuota jagung SPHP diharapkan mampu menstabilkan harga pakan dan menjaga daya beli peternak di Sidrap, sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah bersama Bulog dalam menjamin ketahanan pangan dan keseimbangan rantai pasok pakan ternak.













