banner DPRD Makassar 728x90
Berita

Wanita Diduga Tipu Gerai BRI Link di Makassar, Pemilik Rugi Rp38,2 Juta

Avatar of Sulsel Times
0
×

Wanita Diduga Tipu Gerai BRI Link di Makassar, Pemilik Rugi Rp38,2 Juta

Sebarkan artikel ini
Wanita Diduga Tipu Gerai BRI Link di Makassar Pemilik Rugi Rp382 Juta
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com Makassar, Senin, 26/01/2026 — Seorang perempuan berinisial ISN diduga melakukan penipuan di sebuah gerai BRI Link di Jalan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, dengan cara meminta pegawai mengirimkan uang ke sejumlah rekening tanpa lebih dulu menyetor tunai hingga pemilik gerai mengalami kerugian Rp38,2 juta.

Ringkasnya…
  • Perempuan berinisial ISN diduga tipu gerai BRI Link di Makassar
  • Modus dengan meminta pegawai mentransfer uang ke beberapa rekening
  • Total kerugian pemilik gerai disebut mencapai Rp38,2 juta
  • Polisi menyita rekaman CCTV dan bukti transaksi sebagai barang bukti
  • Kasus masih dalam penyelidikan Polsek Tallo untuk mengungkap motif pelaku
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Kepolisian Sektor Tallo mengamankan seorang perempuan berinisial ISN yang diduga terlibat kasus penipuan di sebuah gerai BRI Link di wilayah Jalan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

banner DPRD Makassar 728x90

Kapolsek Tallo Ajun Komisaris Polisi Afada menyebut, pelaku yang diketahui telah memiliki dua anak ini memanfaatkan fasilitas BRI Link dengan meminta pegawai gerai mengirimkan uang ke beberapa rekening berdasarkan arahan melalui telepon.

Dalam aksinya, ISN diduga berpura-pura sebagai nasabah yang hendak melakukan transfer, namun tidak kunjung menyerahkan uang tunai kepada pihak gerai.

Aksi tersebut baru terungkap setelah pemilik gerai menyadari nilai total transaksi yang dilakukan cukup besar sementara uang fisik belum diterima.

Kerugian Mencapai Rp38,2 Juta

Akibat rangkaian transaksi tersebut, pemilik gerai BRI Link bernama Misnah mengalami kerugian hingga Rp38,2 juta.

Angka itu berasal dari lima kali pengiriman uang yang dilakukan ke beberapa nomor rekening berbeda yang disebutkan oleh pelaku.

Dari hasil pemeriksaan awal, penyidik mencatat bahwa transfer pada satu hingga tiga rekening pertama berjalan mulus karena pegawai yakin pelaku akan segera membayar.

Namun ketika memasuki transaksi keempat, pemilik gerai mulai menaruh curiga karena ISN belum menyerahkan uang tunai sepeser pun.

Kronologi Kecurigaan dan Penangkapan Pelaku

Pada saat pengiriman keempat, Misnah menegur pegawainya dan mempertanyakan belum adanya pembayaran dari ISN.

Pelaku kemudian meyakinkan bahwa sejumlah uang akan diserahkan sekaligus setelah seluruh proses pengiriman selesai dilakukan.

Memasuki transaksi kelima, kecurigaan pemilik gerai semakin menguat sehingga ia memutuskan menghentikan transaksi dan meminta pelaku segera melakukan pembayaran tunai.

Belakangan terungkap, ISN tidak memiliki cukup uang untuk menutupi total nilai transfer sehingga pihak gerai menahannya dan segera menghubungi polisi.

Keterangan Kapolsek dan Pengakuan Sementara Pelaku

Kapolsek Tallo AKP Afada menyatakan saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap ISN untuk mengungkap kronologi lengkap dan motif di balik perbuatannya.

Dalam pemeriksaan awal, pelaku berdalih bahwa ini adalah pertama kalinya ia melakukan tindakan seperti itu.

Ia juga mengaku pernah menerima telepon dari seseorang yang memintanya mengirimkan sejumlah uang dengan pola serupa, namun saat itu sempat dicegah oleh suaminya yang menduga hal tersebut adalah penipuan.

Polisi masih menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, termasuk sosok yang disebut-sebut pernah menghubungi pelaku sebelumnya.

Bukti CCTV dan Pengakuan Korban

Berdasarkan rekaman kamera pengawas di gerai, ISN terlihat datang bersama dua anaknya yang masih kecil.

Ia kemudian meminta pegawai melakukan transfer uang ke beberapa rekening dengan nominal yang berbeda-beda.

Pihak kepolisian telah menyita rekaman CCTV tersebut beserta lima lembar bukti transaksi sebagai barang bukti untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Korban Misnah mengaku awalnya percaya karena pelaku menyebut transaksi itu sebagai top up untuk keperluan saudaranya.

Pada struk transaksi ketiga, Misnah mulai menyadari jumlah nominal transfer yang cukup besar dan sempat menghentikan proses, namun pelaku kembali meyakinkan bahwa semua akan dibayar tunai setelah transaksi terakhir.

“Pelaku beralasan minta di-top up, jadi saya bantu. Waktu diminta uangnya, dia bilang tunggu karena masih ada transaksi lagi. Transferan ketiga saya katakan sudah banyak, mau dihitung. Dia minta sekali lagi ditransfer, setelah itu dibayar, saya percaya saja, ternyata penipuan,” ujar Misnah.

Imbauan Kewaspadaan dari Kepolisian

Kapolsek Tallo mengingatkan pengelola gerai pembayaran, agen bank, maupun BRI Link untuk selalu menerapkan prosedur pembayaran ketat sebelum memproses transaksi.

Petugas diimbau memastikan uang tunai telah diterima atau saldo rekening konsumen tersedia sebelum melakukan transfer ke rekening tujuan.

Polisi juga mendorong masyarakat segera melapor apabila menemukan pola transaksi mencurigakan serupa agar potensi kerugian dapat dicegah sedini mungkin.

Kasus penipuan di gerai BRI Link ini akan terus didalami penyidik untuk memastikan apakah pelaku beraksi seorang diri atau merupakan bagian dari jaringan yang lebih besar.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow
banner Pemerintah Kota Makassar 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *