Sulseltimes.com, Makassar, Minggu, 29/03/2026 — TPA Antang Makassar mulai dibenahi Pemerintah Kota Makassar dengan fokus mengurai antrean truk sampah, menambah alat berat, dan memperbaiki akses kawasan agar bongkar muat lebih lancar.
Langkah ini diambil setelah kepadatan kendaraan pengangkut sampah di area TPA Antang, Kecamatan Manggala, berulang dan mengganggu ritme layanan kebersihan kota.
“ Kami sudah melakukan rapat bersama dinas teknis untuk memastikan solusi penanganan bongkar muat sampah berjalan berkelanjutan, ” kata Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar, Jumat, 27/03/2026.
- TPA Antang Makassar mulai dibenahi untuk mengurai antrean truk sampah
- Pemkot Makassar menambah alat berat agar proses bongkar muat lebih cepat
- Dinas PU menyiapkan anggaran Rp10,63 miliar untuk akses jalan dan Rp12,65 miliar untuk pedestrian
- Munafri Arifuddin ingin TPA Antang tidak lagi hanya jadi lokasi buang sampah
- Peluang pengolahan sampah menjadi energi masih dibuka untuk tahap berikutnya
Penanganan di lapangan mulai dipercepat
Pembenahan TPA Antang kini tidak lagi dibahas sebagai masalah harian yang berulang, melainkan mulai ditangani sebagai pekerjaan kota yang butuh solusi menyeluruh.
Fokus pertama pemerintah adalah memastikan antrean truk sampah yang selama ini menumpuk di sekitar lokasi bisa segera diurai.
Itu sebabnya alat berat tambahan diturunkan agar ritme bongkar muat tidak tersendat terlalu lama.
Langkah ini penting karena begitu alat di lapangan melambat, dampaknya langsung terasa pada antrean armada, jadwal pengangkutan, dan kelancaran lalu lintas di sekitar kawasan Manggala.
Masalah di TPA Antang selama ini bukan hanya soal volume sampah yang terus masuk setiap hari.
Persoalan besarnya juga ada pada kemampuan fasilitas di lapangan untuk menampung dan mengolah arus kendaraan dalam waktu yang cepat.
Saat proses bongkar muat melambat, antrean truk cenderung memanjang dan menciptakan kemacetan baru di titik masuk.
Karena itu, penambahan alat berat dipilih sebagai jalan tercepat untuk meredakan kepadatan sambil menunggu pembenahan infrastruktur berjalan.
Munafri menegaskan bahwa pemerintah kota tidak ingin penanganan ini berhenti pada solusi sementara.
Menurut dia, pembenahan harus dilakukan dari sistem kerja hingga fasilitas fisik di kawasan TPA.
Pernyataan itu memberi sinyal bahwa Pemkot Makassar sedang mencoba mengubah cara kerja pengelolaan sampah agar tidak lagi reaktif saat terjadi lonjakan beban.
Pendekatan semacam ini penting untuk kota besar seperti Makassar yang volume sampahnya terus bergerak setiap hari dan tidak bisa menunggu perbaikan setengah jalan.
Di lapangan, pekerjaan mengurai antrean juga berkaitan langsung dengan efisiensi armada.
Semakin lama truk menunggu giliran bongkar, semakin lambat pula distribusi pengangkutan dari wilayah permukiman ke titik akhir.
Akibatnya, gangguan di satu titik seperti TPA Antang bisa memicu efek berantai ke layanan kebersihan di banyak kecamatan.
Karena itu, penanganan di lokasi pembuangan akhir menjadi bagian penting dari manajemen kota yang sering luput dilihat dari luar.
Bagi warga, yang terlihat mungkin hanya truk yang mengular dan jalan yang padat.
Namun di balik itu, ada persoalan teknis tentang ritme kerja alat, jalur masuk, ruang gerak armada, dan kapasitas pelayanan yang harus seimbang.
“ Soal antrean mobil sampah, kami sudah turunkan alat berat dan akan ditambah lagi, ” kata Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar, Jumat, 27/03/2026.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa solusi awal memang dipusatkan pada percepatan kerja di lapangan agar kemacetan tidak terus berulang pada jam sibuk pembuangan.
Akses jalan dibenahi dan arah pengelolaan diubah
Selain alat berat, Pemerintah Kota Makassar juga mulai menyasar masalah yang selama ini memperlambat mobilitas armada, yaitu akses jalan menuju kawasan TPA.
Jalur masuk yang tidak tertata membuat kendaraan pengangkut sampah sulit bergerak cepat saat volume kedatangan meningkat.
Karena itu, pembenahan fisik tidak lagi diposisikan sebagai pelengkap, melainkan bagian utama dari solusi jangka menengah.
Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar menyiapkan anggaran Rp10,63 miliar untuk pembangunan jalan akses menuju TPA Tamangapa.
Anggaran lain sebesar Rp12,65 miliar dialokasikan untuk penataan pedestrian pada dua ruas jalan di sekitar kawasan TPA.
Jika digabung, nilai pembenahan infrastruktur itu mendekati Rp23 miliar.

7.100 Paket Lebaran Untuk Satgas Kebersihan dan Drainase, Appi Sebut Jasa Mereka Vital bagi Makassar
Angka tersebut menunjukkan bahwa TPA Antang kini mulai masuk dalam skala prioritas yang lebih serius di level pemerintah kota.
Kepala Dinas PU Makassar, Zuhaelsi Zubir, menyebut proyek tersebut sebagai bagian dari program strategis prioritas yang disiapkan untuk memperlancar mobilitas armada sampah.
“ Perbaikan jalan dan akses ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas serta memperlancar mobilitas armada sampah, ” kata Zuhaelsi Zubir, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Jumat, 27/03/2026.
Pembenahan jalan memberi arti penting karena kinerja pengangkutan sampah tidak hanya ditentukan oleh jumlah armada.
Kondisi akses di titik buang juga menentukan seberapa cepat kendaraan bisa masuk, bongkar, lalu kembali mengambil muatan berikutnya.
Semakin efisien aksesnya, semakin kecil kemungkinan antrean menumpuk dalam satu waktu.
Munafri juga menekankan bahwa TPA Antang ke depan tidak boleh berhenti sebagai tempat buang sampah semata.
Ia ingin kawasan itu bergerak ke arah pengelolaan yang lebih modern dan terintegrasi.
Gagasan itu penting karena tantangan kota besar tidak lagi cukup dijawab dengan pola kumpul, angkut, lalu buang.
Model lama seperti itu membuat tekanan pada TPA terus membesar setiap tahun ketika jumlah penduduk dan aktivitas kota ikut meningkat.
Karena itu, arah pembenahan TPA Antang kini mulai diarahkan ke sistem yang lebih tertata, lebih efisien, dan punya nilai guna lebih panjang.
Salah satu peluang yang dibuka pemerintah adalah pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Meski masih berada pada tahap komunikasi dan kajian bersama pemerintah pusat, wacana itu menunjukkan bahwa pembenahan TPA Antang tidak hanya bicara soal kemacetan di pintu masuk.
Ada target yang lebih besar, yakni mengubah kawasan pembuangan akhir menjadi simpul pengelolaan sampah yang lebih modern.
Bila agenda ini berjalan konsisten, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh armada dan petugas kebersihan.
Warga sekitar juga berpeluang mendapatkan lingkungan yang lebih tertata dan lalu lintas yang lebih terkendali.
TPA Antang Makassar pada akhirnya bukan hanya soal lokasi pembuangan akhir, melainkan cermin kemampuan kota mengelola layanan dasarnya.














