banner DPRD Makassar 728x90
Berita

Pemkot Makassar Latih Warga Hadapi Bencana Lewat Simulasi Mitigasi

Avatar of Sulsel Times
0
×

Pemkot Makassar Latih Warga Hadapi Bencana Lewat Simulasi Mitigasi

Sebarkan artikel ini
Pemkot Makassar Latih Warga Hadapi Bencana Lewat Simulasi Mitigasi
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Sabtu, 07/03/2026 — Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar simulasi mitigasi bencana dasar untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana di wilayah kota.

Ringkasnya…
  • Pemkot Makassar menggelar simulasi mitigasi bencana untuk warga
  • Kegiatan dipimpin langsung Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin
  • BPBD melibatkan kecamatan dalam tiga wilayah kemakmuran kota
  • Simulasi bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana
  • Masyarakat dilatih mengenali langkah awal saat terjadi keadaan darurat
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Kegiatan ini dihadiri langsung Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama jajaran BPBD dan melibatkan warga dari sejumlah kecamatan di Makassar.

banner DPRD Makassar 728x90

Simulasi tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman praktis kepada masyarakat mengenai langkah awal yang harus dilakukan ketika terjadi situasi darurat.

Simulasi mitigasi bencana untuk tingkatkan kesiapsiagaan warga

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja.

“Kesiapsiagaan menghadapi bencana harus dimiliki oleh seluruh masyarakat karena bencana dapat terjadi kapan saja tanpa melihat waktu,” kata Munafri Arifuddin, Sabtu, 07/03/2026.

Munafri yang akrab disapa Appi menjelaskan kegiatan simulasi menjadi sarana edukasi bagi warga untuk memahami kondisi lingkungan masing masing serta mengenali prosedur penyelamatan ketika terjadi bencana.

Ia menilai latihan semacam ini dapat membantu masyarakat mengetahui langkah yang harus diambil saat menghadapi situasi darurat sehingga risiko kepanikan dapat ditekan.

Menurutnya, potensi bencana tidak selalu berupa gempa bumi atau angin kencang.

Berbagai ancaman bencana juga bisa muncul dari faktor lingkungan yang sebenarnya dapat diminimalkan melalui langkah mitigasi sederhana.

“Bencana juga bisa dicegah dengan memperhatikan hal hal kecil seperti saluran air yang tersumbat yang dapat memicu banjir atau kondisi rumah warga yang berada di jalur evakuasi yang tidak sesuai standar keselamatan,” kata Munafri Arifuddin, Sabtu, 07/03/2026.

Ia berharap masyarakat yang mengikuti simulasi tersebut dapat memahami protokol penanganan bencana secara lebih baik.

Dengan demikian warga dapat mengetahui langkah yang harus dilakukan serta mampu saling membantu ketika terjadi keadaan darurat di lingkungan sekitar.

BPBD Makassar libatkan kecamatan dalam tiga wilayah program

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar Muhammad Fadli Tahar menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana.

Program tersebut melibatkan sejumlah kecamatan yang dibagi dalam tiga kawasan kemakmuran di Kota Makassar.

“Program ini terbagi menjadi tiga wilayah. Pertama Kemakmuran Utara Makassar yang mencakup lima kecamatan. Kedua Kemakmuran Selatan Makassar dengan empat kecamatan. Ketiga Kemakmuran Timur Makassar yang juga meliputi empat kecamatan,” kata Muhammad Fadli Tahar, Sabtu, 07/03/2026.

Menurut Fadli Tahar, pembagian wilayah tersebut bertujuan mempermudah koordinasi dan pelaksanaan program kesiapsiagaan di tingkat masyarakat.

Melalui program ini pemerintah kota berharap masyarakat dapat menjadi garda terdepan dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan masing masing.

Partisipasi aktif warga dinilai menjadi kunci penting dalam memperkuat sistem mitigasi bencana berbasis komunitas di Kota Makassar.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow
banner Pemerintah Kota Makassar 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *