banner DPRD Makassar 728x90
Berita

Normalisasi Drainase Antang Dimulai, Pemkot Makassar Turunkan Excavator di Blok 8 dan Blok 10 Manggala

Avatar of Sulsel Times
0
×

Normalisasi Drainase Antang Dimulai, Pemkot Makassar Turunkan Excavator di Blok 8 dan Blok 10 Manggala

Sebarkan artikel ini
Normalisasi Drainase Antang Dimulai Pemkot Makassar Turunkan Excavator di Blok 8 dan Blok 10 Manggala
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Minggu, 08/03/2026 — Pemerintah Kota Makassar mulai melakukan penanganan banjir di kawasan Blok 8 dan Blok 10 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, dengan menurunkan alat berat excavator untuk normalisasi drainase serta peningkatan kapasitas saluran air.

Ringkasnya…
  • Pemkot Makassar mulai normalisasi drainase di Blok 8 dan Blok 10 Antang menggunakan excavator
  • Wilayah Manggala dikenal sebagai kawasan langganan banjir selama puluhan tahun
  • Dinas PU Makassar melakukan pengerukan sedimen dan perbaikan box culvert
  • Ukuran box culvert ditingkatkan dari 50 cm menjadi 80 cm untuk memperbesar kapasitas aliran air
  • Langkah ini menjadi bagian strategi pengendalian banjir di kawasan timur Makassar
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari program penanganan banjir yang menjadi prioritas Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, setelah kawasan tersebut selama puluhan tahun dikenal sebagai wilayah langganan genangan saat musim hujan.

Pemerintah kota juga menggandeng kalangan akademisi untuk melakukan kajian teknis guna memastikan solusi yang diterapkan mampu menyentuh akar persoalan banjir di wilayah tersebut.

Normalisasi Drainase dan Pengerukan Sedimen di Antang

Penanganan banjir di kawasan Blok 8 dan Blok 10 Antang kini mulai terlihat melalui pengerjaan di lapangan dengan menggunakan alat berat untuk mengangkat sedimentasi yang menumpuk di dasar saluran.

Selama ini, tumpukan sedimen dinilai menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya kapasitas drainase sehingga air sulit mengalir dengan lancar ketika curah hujan tinggi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengatakan pengerjaan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas saluran air agar sistem drainase mampu berfungsi secara optimal.

“Pekerjaan ini merupakan upaya meningkatkan fungsi saluran air agar aliran drainase tetap lancar sehingga potensi genangan dapat diminimalkan ketika curah hujan tinggi,” ujar Zuhaelsi Zubir, Minggu, 08/03/2026.

Normalisasi drainase dilakukan menggunakan excavator PC berkapasitas sekitar 4,5 ton untuk mengangkat sedimentasi yang selama ini menghambat aliran air.

Pengerjaan dilakukan sepanjang jalur drainase mulai dari Jalan Kecaping hingga Jalan Suling di kawasan Blok 10 Perumnas Antang, Kelurahan Manggala.

Selain pengerukan sedimen, pemerintah kota juga melakukan penggantian box culvert di sejumlah titik yang dinilai memiliki dimensi terlalu kecil untuk menampung debit air.

Kapasitas Saluran Diperbesar untuk Kurangi Risiko Banjir

Menurut Zuhaelsi, box culvert lama yang sebelumnya memiliki ukuran sekitar 50 sentimeter kini diganti dengan dimensi yang lebih besar, yakni 80 sentimeter.

Perubahan ukuran tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aliran air dari saluran drainase menuju jalur pembuangan utama.

“Perubahan ukuran ini dilakukan karena saluran tersebut berada di jalur pembuangan air di Jalan Kecaping Raya yang terhubung langsung dengan saluran menuju jembatan di Jalan Nipa Nipa kawasan Antang,” kata Zuhaelsi Zubir, Minggu, 08/03/2026.

Ia menjelaskan bahwa saat banjir beberapa waktu lalu, aliran air dari saluran tersebut sangat kecil sehingga proses pembuangan menuju saluran utama menjadi lambat.

Kondisi itu menyebabkan genangan air bertahan lebih lama di kawasan permukiman warga.

“Karena ukuran box culvert sebelumnya cukup kecil, aliran air yang keluar dari saluran tersebut sangat terbatas sehingga memperlambat proses pembuangan air menuju saluran di jembatan Jalan Nipa Nipa Antang,” ujar Zuhaelsi Zubir, Minggu, 08/03/2026.

Selain perbaikan drainase, pemerintah kota juga mengoptimalkan fungsi kolam retensi sebagai tempat penampungan air ketika terjadi peningkatan debit akibat hujan deras.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi fondasi awal bagi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan banjir yang selama ini membayangi kawasan Manggala.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin sebelumnya juga meninjau langsung lokasi Blok 10 Antang untuk memastikan penanganan banjir berjalan sesuai rencana.

Munafri menegaskan bahwa setiap langkah yang dilakukan pemerintah kota didasarkan pada kajian teknis agar solusi yang diterapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami memastikan bahwa proses penanganan ini akan terus dipantau agar hasilnya benar benar dirasakan oleh masyarakat sehingga warga tidak lagi harus mengungsi ketika musim hujan tiba,” ujar Munafri Arifuddin, Minggu, 08/03/2026.

Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum juga menyatakan akan terus melakukan pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur drainase sebagai bagian dari strategi pengendalian banjir yang lebih terintegrasi di kawasan timur kota.

Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko genangan sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang lebih aman dan nyaman bagi warga.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow
banner Pemerintah Kota Makassar 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *