Sulseltimes.com, Makassar, Selasa, 06/01/2026 — Anggaran bantuan kedukaan Makassar perlu ditambah karena kebutuhan warga meningkat sepanjang 2025 dan stok kain kafan serta perlengkapan jenazah yang disiapkan pemerintah kota dinilai tidak lagi mencukupi. Anggota DPRD Makassar, Muchlis Misbah, mengatakan tambahan anggaran dibutuhkan agar warga kurang mampu tetap mendapat bantuan saat berduka.
- Anggaran bantuan kedukaan Makassar dinilai perlu ditambah
- Kebutuhan warga meningkat sepanjang 2025
- Dinas Sosial menyiapkan sekitar 1.000 lembar kain kafan pada 2025
- Muchlis Misbah mendorong pemerintah kota hadir saat warga berduka
- Program ini disebut penting bagi keluarga kurang mampu
Anggaran bantuan kedukaan Makassar disorot DPRD
Anggaran bantuan kedukaan Makassar menjadi perhatian Anggota DPRD Makassar, Muchlis Misbah, setelah ia melihat kebutuhan warga terus naik dan pasokan bantuan yang disiapkan pemerintah kota tidak lagi memadai.
Ia menyebut, pada 2025 pemerintah menyiapkan sekitar 1.000 lembar kain kafan untuk membantu warga kurang mampu, namun jumlah itu sudah mulai tidak cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat.
“Di 2025 memang mulai ada kekurangan karena semakin banyak warga yang membutuhkan. Ke depan tentu akan kami dorong untuk ditambah,” kata Muchlis Misbah, Selasa, 06/01/2026.
Politisi Hanura itu menjelaskan, sebelum dirinya duduk di DPRD Kota Makassar, program pengadaan bantuan kedukaan sempat berada di level anggaran yang sangat terbatas.
Pada awalnya, program tersebut hanya dianggarkan sekitar Rp300 juta.
“Waktu awal, anggarannya sekitar Rp300 juta. Setelah saya masuk DPRD, kami dorong penambahan dan alhamdulillah itu bisa terpenuhi selama 2023 sampai 2024,” ujarnya.
Muchlis menilai bantuan kedukaan bukan sekadar program sosial biasa, tetapi bentuk kehadiran pemerintah saat warga menghadapi situasi paling berat.
Dalam kondisi seperti itu, keluarga yang tidak mampu semestinya tidak dibebani lagi dengan urusan biaya pengadaan perlengkapan jenazah.
“Kalau ada warga yang berduka dan tidak mampu, seharusnya tidak perlu lagi memikirkan biaya. Pemerintah kota harus hadir langsung memberikan bantuan,” ucapnya.
Dampak bagi warga kurang mampu
Anggaran bantuan kedukaan Makassar disebut Muchlis perlu diperkuat karena manfaatnya langsung dirasakan keluarga miskin yang sedang berduka.
Menurut dia, kain kafan dan perlengkapan jenazah adalah kebutuhan dasar yang harus tersedia ketika ada warga yang meninggal dunia, terutama bagi keluarga yang tidak memiliki kemampuan finansial memadai.
Ia menegaskan, program ini harus tepat sasaran agar benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan dan tidak justru menambah beban di tengah duka.
Bagi pemerintah kota, dorongan penambahan anggaran ini juga menjadi sinyal agar pengelolaan bantuan sosial lebih adaptif terhadap naiknya kebutuhan di lapangan.
Dalam praktiknya, ketika permintaan meningkat dan alokasi terbatas, pelayanan sosial rawan tersendat jika tidak segera disesuaikan dengan kondisi riil masyarakat.
Langkah lanjutan pemerintah kota
Di tingkat kebijakan, dorongan penambahan anggaran bantuan kedukaan Makassar diperkirakan akan dibahas bersama perangkat daerah terkait dan DPRD dalam pembahasan anggaran berikutnya.
Fokus utamanya adalah memastikan bantuan tidak hanya tersedia di atas kertas, tetapi benar-benar bisa diterima warga yang berhak saat dibutuhkan.
Ke depan, efektivitas program ini juga akan bergantung pada ketepatan data penerima dan kesiapan anggaran daerah.
Jika dua hal itu berjalan beriringan, bantuan kedukaan dapat tetap menjadi salah satu bentuk layanan sosial yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil di Makassar.
Anggaran bantuan kedukaan Makassar kini kembali disorot karena kebutuhan warga meningkat dan stok yang disiapkan pada 2025 dinilai tidak lagi mencukupi.
Dorongan DPRD untuk menambah anggaran menunjukkan bahwa bantuan sosial jenis ini masih sangat penting, terutama bagi keluarga kurang mampu yang sedang menghadapi musibah.















