Sulseltimes.com, Karak, Sabtu, 24/10/2026 — Penembakan di Gereja Santo George di Desa Humud, Karak, Yordania, menewaskan tujuh orang dan melukai 27 lainnya saat upacara pemakaman berlangsung.
- Penembakan terjadi saat upacara pemakaman di Gereja Santo George, Desa Humud, Karak
- Tujuh orang tewas dan 27 lainnya luka berdasarkan data Direktorat Keamanan Publik
- Empat pelaku bertopeng terekam CCTV masuk ke area gereja dan melepaskan tembakan
- Menteri Dalam Negeri Mazen Al-Faraya menyebut ini serangan teroris pertama kali di Yordania
- Polisi masih mengejar pelaku dan belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab
Kejadian terjadi ketika prosesi pemakaman baru dimulai. Empat pelaku bertopeng terlihat masuk ke area gereja melalui rekaman CCTV dan melepaskan tembakan selama beberapa menit.
Direktur Direktorat Keamanan Publik Yordania, Obaidullah Al-Maaytah, membenarkan jumlah korban jiwa dan luka-luka.
“Dua puluh tujuh orang yang terluka sedang menjalani perawatan di rumah sakit,” kata Obaidullah Al-Maaytah, Sabtu, 24/10/2026.
Ia menegaskan pencarian pelaku terus berlangsung dan persatuan nasional tidak akan tergoyahkan.
Kronologi dan Saksi Mata
Saksi mata Khaled Burqan memberitahu stasiun TV negara Al-Mamlka bahwa puluhan orang hadir dalam prosesi tersebut. Menurutnya, satu pelaku membawa pistol dan yang lain membawa senapan.
Aparat keamanan telah dikerahkan dan mengejar dua tersangka yang sempat keluar dari kendaraan lalu menembak.
Status Penyelidikan
Menteri Dalam Negeri Mazen Al-Faraya dalam konferensi pers menyatakan serangan ini belum pernah terjadi di Yordania dan dilakukan oleh kelompok yang tidak memiliki hubungan dengan kemanusiaan.
“Negara ini tidak akan pernah terseret ke dalam terorisme dan kekerasan,” tegasnya.
Hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Polisi terus mendalami motif dan jaringan pelaku.







