Sulseltimes.com, Jakarta, Selasa, 20/10/2026 — BNI (BBNI) melanjutkan aksi korporasi pembelian kembali saham (buyback), dengan alasan fundamental bisnis yang tetap kuat dan prospek pertumbuhan yang baik.
- BNI melanjutkan program buyback saham sebagai langkah strategis di tengah fundamental bisnis yang kuat
- Total aset BNI mencapai Rp1.434,1 triliun, naik 24,8% YoY per Agustus 2026
- Kredit tumbuh 27,1% YoY menjadi Rp977,2 triliun, sementara dana pihak ketiga naik 29,4% YoY menjadi Rp1.124,7 triliun
- Laba bersih BNI meningkat 6,9% YoY menjadi Rp14,33 triliun pada periode yang sama
- Sekretaris Korporat Okki Rushartomo menyatakan buyback dilakukan secara terukur dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik
BNI melanjutkan program buyback yang sebelumnya diumumkan pada Juli 2026, dengan mempertimbangkan dinamika pasar modal dan batas pembelian yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
“Langkah ini mencerminkan keyakinan kami terhadap fundamental dan prospek bisnis BNI yang tetap kuat. Pelaksanaan buyback dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan kecukupan permodalan perseroan, serta tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik,” kata Okki dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).
Fundamental bisnis BNI per Agustus 2026 menunjukkan kinerja yang solid. Total aset mencapai Rp1.434,1 triliun, meningkat 24,8% YoY. Penyaluran kredit tumbuh 27,1% YoY menjadi Rp977,2 triliun, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) meningkat 29,4% YoY menjadi Rp1.124,7 triliun.
Dari sisi profitabilitas, BNI membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp28,9 triliun, tumbuh 14,3% YoY. Laba bersih tercatat Rp14,33 triliun, meningkat 6,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia, BNI terus memperkuat tata kelola, disiplin bisnis, dan orientasi jangka panjang dalam menjalankan langkah strategis perseroan. BNI akan terus mencermati perkembangan pasar dengan tetap menjaga pertumbuhan yang sehat, kecukupan modal, serta kepentingan pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.
Polisi masih menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam program buyback ini dan akan memperbarui informasi sesuai perkembangan penyelidikan.







