Sulseltimes.com, Makassar, Kamis, 15/10/2026 — Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Hasanuddin (LSP Unhas) melatih 24 calon asesor dari tiga fakultas untuk memperkuat layanan sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa dan lulusan.
- LSP Unhas melatih 24 calon asesor dari tiga fakultas
- Pelatihan asesor berlangsung selama empat hari dengan beban sekitar 48 jam
- Calon asesor dibekali metodologi asesmen dan penyusunan portofolio
- LSP Unhas memiliki 55 skema aktif dan 10 skema dalam proses pemenuhan persyaratan
- Program diarahkan agar lulusan memiliki sertifikat kompetensi selain ijazah
Kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Asesor Kompetensi Batch IX dimulai pada Selasa (13/10/2026).
Kepala Pusat Sertifikasi Profesi LSP Unhas, Mukti Ali, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menambah jumlah asesor sekaligus memastikan peserta menguasai metodologi asesmen sesuai standar.
“Selain untuk menambah jumlah asesor, kegiatan ini juga untuk memastikan para calon asesor memiliki kemampuan dan kapabilitas metodologis dalam melaksanakan asesmen kompetensi, baik di LSP Unhas maupun ketika mendapat penugasan dari LSP lain,” kata Mukti.
Menurut dia, kebutuhan asesor meningkat seiring pengembangan skema sertifikasi di LSP Unhas.
Lembaga tersebut menargetkan sertifikasi kompetensi menjadi pelengkap ijazah akademik bagi lulusan yang memasuki dunia kerja.
Master asesor Sari Wahyuni menjelaskan pelatihan dijalankan mengikuti petunjuk teknis nasional.
Peserta mendapat materi metodologi asesmen, pemenuhan persyaratan, dan penyusunan portofolio.
Pelatihan berlangsung selama empat hari dengan beban sekitar 48 jam.
Skema Sertifikasi LSP Unhas
LSP Unhas mencatat memiliki 65 skema sertifikasi.
Sebanyak 55 skema telah aktif, sedangkan 10 lainnya masih dalam proses pemenuhan persyaratan.
Penguatan sertifikasi ini juga dikaitkan dengan dukungan terhadap pendidikan berkualitas serta pekerjaan layak sebagaimana tujuan pembangunan berkelanjutan.







