Sulseltimes.com, Padang, Sabtu, 10 Oktober 2026 — Banjir di Padang, Sumatra Barat, pada Sabtu (10/10/2026) membuat sedikitnya 75 warga di Kampung Apa dan Lumin Park dievakuasi, sementara sekitar 40 kepala keluarga di Lapau Munggu terdampak luapan air.
- Banjir merendam sejumlah kawasan di Kota Padang
- 75 warga dievakuasi dari Kampung Apa dan Lumin Park
- BPBD dan tim gabungan menangani evakuasi
- Sabtu 10 Oktober 2026 di Koto Tangah, Kuranji, dan Nanggalo
- Sekitar 40 KK di Lapau Munggu terdampak
Pemerintah Kota Padang menyebut hujan deras membuat beberapa aliran sungai meluap dan masuk ke permukiman di Kecamatan Koto Tangah, Kuranji, serta Nanggalo.
Data sementara pemerintah daerah mencatat 35 orang dievakuasi dari Kampung Apa, Kecamatan Koto Tangah, dan 40 orang dari kawasan perumahan Lumin Park.
Angka itu merupakan jumlah warga yang dievakuasi di dua lokasi, sedangkan sekitar 40 kepala keluarga di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, tercatat sebagai warga terdampak.
Luapan Sungai Lubuk Minturun Rendam Kampung Apa
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang melaporkan Sungai Lubuk Minturun meluap dan merendam permukiman di Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah.
Personel BPBD bersama Tim Reaksi Cepat, TNI, dan Polri membantu warga keluar dari area rawan serta memindahkan barang ke lokasi yang lebih aman.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton menyatakan keselamatan warga menjadi prioritas petugas di lapangan.
“Personel gabungan saat ini fokus mengevakuasi warga terdampak, terutama di kawasan Guo dan Lumin Park,” kata Hendri, Sabtu (10/10/2026).
Selain Kampung Apa dan Lumin Park, banjir dilaporkan mencapai kawasan Guo.
Warga di Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, melakukan evakuasi secara mandiri menurut pendataan sementara pemerintah kota.
Tim Gabungan Bersiap untuk Penanganan Lanjutan
Wali Kota Padang Fadly Amran menginstruksikan pengerahan tim gabungan pemerintah kota yang melibatkan BPBD, pemadam kebakaran, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perhubungan dengan dukungan TNI serta Polri.
Pemerintah kota juga berkoordinasi dengan Basarnas untuk penanganan lanjutan.
Menurut pemerintah kota, luapan banjir turut mengenai beberapa titik pekerjaan rehabilitasi pascabencana November 2025 dan Agustus 2026 yang masih berjalan.
Dalam laporan awal yang tersedia pada Sabtu malam, belum ada informasi korban jiwa.
Jumlah akhir rumah dan warga terdampak masih menunggu pembaruan pendataan petugas.
BPBD meminta warga di bantaran sungai dan daerah rawan genangan mengamati kenaikan debit air serta segera menuju tempat aman bila kondisi memburuk.















