Sulseltimes.com, Makale, Rabu, 16/09/2026 — Mitra SPPG Batupapan 1 meminta maaf kepada masyarakat Tana Toraja setelah hasil laboratorium BPOM mendeteksi kontaminasi E. coli pada ayam bumbu yang dikonsumsi siswa, menyebabkan keracunan pada sekitar 190 siswa.
- Ayam bumbu kuning terkontaminasi E. coli menyebabkan keracunan sekitar 190 siswa
- Kadar E. coli 5,7 x 10³ CFU/g (SMP) dan 5,3 x 10³ CFU/g (SD), jauh di atas ambang 1,1 CFU/g
- Louise Critiana Mangontan, Mitra SPPG Batupapan 1, BPOM Makassar, Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja
- Konferensi pers di Arion Cafe, Makale
- Permintaan maaf, evaluasi SOP, koordinasi dengan BGN, Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup
“Betul-betul ini di luar prediksi kami dan kami tidak menyangka kejadian ini akan terjadi,” ujar Louise Critiana Mangontan, Mitra SPPG Batupapan 1.
Louise menuturkan bahwa sebelum operasi, relawan telah dilatih memasak berulang dan bekerja dengan disiplin meski jamnya berbeda dari aktivitas biasa.
Hasil Uji BPOM
Hasil pengujian BPOM di Makassar menunjukkan sampel ayam masak bumbu kuning positif mengandung E. coli sebesar 5,7 x 10³ CFU/g untuk siswa SMP dan 5,3 x 10³ CFU/g untuk siswa SD.
Sementara sampel nasi putih, tempe mendoan, sayur tumis jagung, wortel dan labu siam, serta ikan nila negatif untuk E. coli serta parameter lain seperti Staphylococcus aureus, Salmonella, Methanil Yellow, sianida dan nitrit.
Ambang batas aman untuk E. coli dalam makanan ditetapkan di bawah 1,1 CFU/g.
Respons dan Tindak Lanjut
Louise menyatakan bahwa kejadian akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki SOP SPPG Batupapan 1.
Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional, Dinas Kesehatan, dan Dinas Lingkungan Hidup dalam pengawasan program.
“Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang telah terjadi,” ucap Louise.
Harapan agar tindak lanjut ini dapat mencegah kejadian serupa di masa depan dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap program pangan sekolah.







