Sulseltimes.com, Gowa, Sabtu, 25/07/2026 — Ribuan jamaah menghadiri Haul Akbar ke-3 Syekh Yusuf Al-Makassari di kompleks Masjid Syekh Yusuf Katangka Kabupaten Gowa di mana Kabadiklat Kejagung Dr Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengusulkan penetapan hari libur resmi melalui Perda.
- Haul Akbar ke-3 Syekh Yusuf digelar di Gowa
- Kira-kira 1.500 jamaah dan tamu undangan hadir
- Kabadiklat Kejagung Dr Leonard Eben Ezer Simanjuntak usulkan Perda hari libur
- Kompleks Masjid Syekh Yusuf Katangka Gowa
- Upaya menghormati jasa Pahlawan Nasional dan memperkuat persatuan
Usulan Perda Hari Libur Haul Syekh Yusuf
Kabadiklat Kejaksaan Agung RI Dr Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengusulkan agar pemerintah daerah menetapkan Haul Syekh Yusuf sebagai hari libur resmi melalui Peraturan Daerah.
Usulan ini disampaikannya saat menghadiri puncak peringatan Haul Akbar ke-3 di Gowa.
Leonard menilai penetapan hari libur menjadi bentuk penghormatan atas jasa besar Syekh Yusuf dalam penyebaran Islam dan perjuangan melawan kolonialisme.
“Kalau ini diliburkan seperti di Kalimantan Barat kenapa tidak bisa” kata Leonard Eben Ezer Simanjuntak Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Agung RI Sabtu 25/07/2026.
Ia berharap gagasan tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan kabupaten serta seluruh elemen masyarakat.
“Semoga Haul Syekh Yusuf terus hidup terus tumbuh dan terus menjadi cahaya yang menguatkan cinta akhlak persatuan serta pengabdian bagi umat masyarakat bangsa dan negara” katanya.
Tema dan Makna Peringatan Haul Akbar
Peringatan tahun ini mengusung tema Menjaga Tauhid Merawat Persatuan Menerangi Peradaban.
Tema tersebut merefleksikan nilai-nilai perjuangan Syekh Yusuf yang dinilai tetap relevan untuk kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
Ketua Panitia Takupadang Parawansa mengatakan rangkaian kegiatan dipersiapkan melalui koordinasi intensif dengan Ikatan Keluarga Besar PPSP IKIP Ujung Pandang.
Panitia menyiapkan fasilitas penunjang seperti tenda utama area penerimaan tamu dan konsumsi bagi peserta.
Ketua Umum IKB PPSP IKIP Ujung Pandang Prof Harris Arthur Hedar turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Atmosfer Haul Akbar terasa di berbagai wilayah Gowa dengan pemasangan ratusan baliho dan videotron di titik strategis.
Haul Akbar bukan hanya agenda keagamaan tahunan tetapi juga ruang mengenang jejak Syekh Yusuf Al-Makassari sebagai ulama cendekiawan dan pejuang kelahiran Gowa tahun 1626.
Kiprahnya dalam menyebarkan Islam dan melawan penjajahan menjangkau Sri Lanka hingga Afrika Selatan.
Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela pernah menyebut Syekh Yusuf sebagai tokoh inspiratif perjuangan melawan ketidakadilan dan sistem apartheid.
Panitia berharap nilai keteladanan seperti persatuan toleransi dan semangat pengabdian kepada bangsa terus diwariskan ke generasi muda sebagai bekal menjaga keutuhan NKRI.







