Sulseltimes.com, Makassar, Rabu, 04/03/2026 — Sebanyak 629 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG telah terbentuk di 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan hingga Januari 2026.
- 629 SPPG telah terbentuk di 24 kabupaten kota Sulsel
- 1.788.132 jiwa menjadi penerima manfaat Program MBG
- Mayoritas penerima manfaat adalah peserta didik
- Rantai pasok melibatkan 1.665 penyuplai lokal
- Sebanyak 26.418 tenaga kerja terlibat dalam operasional SPPG
Unit layanan tersebut telah menjangkau 1.788.132 penerima manfaat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Sulsel.
Data tersebut disampaikan Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sulawesi Selatan, Supendi, di Makassar.
Program MBG di Sulsel tidak hanya difokuskan pada pemenuhan gizi, tetapi juga memberi dampak terhadap perputaran ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja.
629 SPPG Beroperasi di 24 Kabupaten Kota
Supendi menyebutkan hingga Januari 2026 jumlah SPPG yang telah beroperasi di Sulawesi Selatan mencapai 629 unit.
“Hingga Januari 2026 ini, SPPG yang sudah terbentuk itu sebanyak 629 dan telah melayani 1,78 juta jiwa penerima manfaat,” ujar Supendi di Makassar, Rabu, 04/03/2026.
Seluruh unit tersebut tersebar di 24 kabupaten dan kota.
Sebagian besar penerima manfaat merupakan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.
Program MBG juga menyasar kelompok rentan lainnya.
Ibu hamil serta bayi di bawah dua tahun atau baduta turut menjadi prioritas dalam skema pemenuhan gizi ini.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Supendi menilai keberadaan SPPG memberikan efek langsung pada aspek kesehatan masyarakat, terutama dalam memastikan akses pangan bergizi yang lebih merata.
Dampak Ekonomi dan Serapan Tenaga Kerja
Selain aspek kesehatan, Program MBG di Sulsel turut memberi kontribusi terhadap ekonomi lokal.
Supendi menjelaskan rantai pasok program ini melibatkan 1.665 penyuplai.
Penyuplai tersebut terdiri dari penyedia bahan pangan hingga mitra pendukung lainnya.
“Keterlibatan penyuplai lokal ini turut mendorong perputaran ekonomi di daerah serta memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah,” kata Supendi, Rabu, 04/03/2026.
Dari sisi ketenagakerjaan, program ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan.
Hingga Januari 2026 tercatat 26.418 tenaga kerja terlibat secara langsung dalam operasional SPPG di seluruh Sulawesi Selatan.
Menurut Supendi, angka tersebut menunjukkan bahwa Program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga berfungsi sebagai penggerak ekonomi daerah.
Ia menegaskan Kanwil DJPb Sulsel akan terus mendukung keberlanjutan program melalui pengelolaan anggaran yang akuntabel dan tepat sasaran.
“Kita berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjaga agar manfaat program ini semakin dirasakan luas oleh masyarakat Sulawesi Selatan,” ujar Supendi, Rabu, 04/03/2026.
Ke depan, konsistensi distribusi, kualitas bahan pangan, serta pengawasan anggaran menjadi faktor kunci agar Program MBG di Sulsel tetap efektif dan berkelanjutan.

















