banner DPRD Makassar 728x90
Berita

Pemkot Makassar Bentuk Tim Kurikulum Muatan Lokal Berkarakter

Avatar of Sulsel Times
13
×

Pemkot Makassar Bentuk Tim Kurikulum Muatan Lokal Berkarakter

Sebarkan artikel ini
Pertemuan Pemkot Makassar dan akademisi di Balai Kota membahas kurikulum muatan lokal, 22 September 2025
Pertemuan Pemkot Makassar bersama unsur perguruan tinggi terkait penyusunan kurikulum muatan lokal di Balai Kota Makassar, Senin 22/09/2025 (ist).
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com Makassar, Senin, 22 September 2025 — Pemerintah Kota Makassar dan Universitas Negeri Makassar (UNM) sepakat membentuk tim khusus untuk merancang kurikulum muatan lokal jenjang SD–SMP yang menekankan karakter, etika, dan kearifan Bugis-Makassar.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menilai pembenahan kurikulum harus berjalan seiring perbaikan karakter guru serta penguatan literasi bahasa, termasuk usulan menjadikan bahasa Inggris wajib dan pilihan bahasa Arab.

banner DPRD Makassar 728x90

“Karakter sopan santun di sekolah mulai terkikis oleh derasnya arus informasi digital; kurikulum dan pembinaan guru harus berjalan simultan,” kata Munafri, Senin, 22/09/2025.

Ringkasnya…
  • UNM–Pemkot bentuk tim kurikulum muatan lokal SD–SMP
  • Fokus: karakter, etika, kearifan Bugis-Makassar
  • Bahasa Inggris diusulkan wajib, Arab sebagai pilihan
  • Perbaikan karakter guru jadi prasyarat implementasi
  • UNM kirimkan nama tim dalam 2 hari, kurikulum fleksibel tanpa menambah jam
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Arah Kebijakan: Karakter, Kearifan Lokal, dan Literasi Bahasa

Gagasan kurikulum muatan lokal dirumuskan dalam “Temu Awal Rencana Penyusunan Kurikulum Muatan Lokal dan Pendidikan Karakter” di Kampus UNM.

Wali Kota Munafri Arifuddin menekankan pentingnya menanamkan nilai dasar sejak pendidikan dasar, sekaligus merespons perubahan perilaku generasi muda di era digital.

“Dasarnya ada di pendidikan dasar. Kami ingin pola pendidikan berjalan seiring pembenahan karakter. Kalau guru tidak lebih dulu dibenahi, kurikulum yang baik tidak akan berjalan,” ujar Munafri, Senin, 22/09/2025.

Ia juga mendorong bahasa Inggris menjadi pelajaran wajib di SD–SMP dan membuka opsi bahasa Arab bagi siswa Muslim agar kesiapan global dan pemahaman nilai keagamaan tumbuh beriringan.

Selain nilai karakter, Pemkot mencermati persoalan tata kelola sekolah.

Dari 55 SMP negeri di Makassar, disebutkan baru sekitar lima yang memiliki kepala sekolah definitif, dan situasi serupa terjadi di lebih dari 300 SD negeri.

Munafri menilai pembenahan struktur dan integritas pendidik harus menjadi pijakan agar kurikulum baru efektif.

Rektor UNM Prof. Dr. Karta Jayadi menyambut inisiatif tersebut dan memastikan tim perumus segera bekerja.

“Insya Allah dua hari dari sekarang tim sudah kami sampaikan. Komponen kurikulum nasional tetap berlaku, tetapi ada ruang terintegrasi maupun berdiri sendiri untuk menonjolkan kekuatan lokal,” ucap Prof. Karta.

Ia menegaskan sekolah memiliki otonomi menambahkan muatan lokal tanpa menambah jam pelajaran, baik melalui integrasi ke mata pelajaran yang ada maupun kegiatan ekstrakurikuler.

Rincian Rencana dan Target Implementasi

Tim kurikulum lintas unsur dosen UNM, Dinas Pendidikan, dan praktisi pendidikan akan merumuskan materi inti, etika dan sopan santun, falsafah siri’ na pacce, literasi bahasa daerah, serta praktik budaya Bugis-Makassar yang kontekstual (cerita rakyat, permainan tradisional, tata krama pergaulan, dan adab digital).

Materi akan disusun modular agar bisa diintegrasikan ke mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia/Daerah, Seni Budaya, hingga Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di Kurikulum Merdeka.

Untuk penguatan kompetensi global, UNM dan Pemkot menyiapkan panduan pengajaran bahasa Inggris dasar berorientasi komunikasi serta opsi bahasa Arab fungsional.

Skema pelatihan berjenjang bagi guru (workshop, coaching klinis di kelas, dan komunitas praktisi) diproyeksikan sebagai kunci implementasi.

“Kami siap berbagi riset dan pengalaman agar kurikulum berkarakter ini menjadi rujukan nasional,” tutur Prof. Karta.

Tahap awal direncanakan melalui sekolah percontohan di tiap kecamatan, sebelum diperluas ke seluruh SD–SMP negeri.

Indikator keberhasilan meliputi keterlaksanaan modul, perubahan perilaku murid (absensi, insiden kedisiplinan), peningkatan literasi bahasa, dan umpan balik orang tua.

Munafri menegaskan, hasil mungkin terlihat dalam 20–30 tahun, namun fondasinya harus dimulai sekarang.

Kota Makassar menargetkan profil lulusan yang cerdas secara keilmuan dan kuat secara etik.

Pembentukan tim khusus UNM–Pemkot Makassar menandai langkah strategis memperkuat jati diri generasi muda lewat kurikulum muatan lokal yang fleksibel, berbasis budaya Bugis-Makassar, dan relevan dengan tantangan global.

Dengan penataan guru, sekolah percontohan, serta modul terintegrasi tanpa menambah jam pelajaran, Makassar membidik posisi sebagai rujukan nasional pendidikan dasar berkarakter.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow
banner Pemerintah Kota Makassar 728x90
banner Dinas Penanaman Modal Makassar 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *